Skastra, Perpindahan Genre Yang Menjanjikan Dari Alternatif ke Ska
Band Ska kan banyak banget untuk era sekarang di lokal, tapi kalau dari kalian sendiri keunggulan apa yang membedakan musik kalian dengan grup Ska lainnya ?
Mungkin sedikit saya ralat ya. Memang awalnya kita mainin musik semacam Real Big Fish, tapi pas masuknya pemain terumpet kita, dia mulai ngenalin kayak Tokyo Ska Paradise Orchestra atau Ska yang lebih arahnya ke Jazz atau Ska Jepang. Karena selama ini itu kita taunya dari Jamaica aja dan Inggris. Dari situ enggak tau kenapa kita mulai nyaman dengan jenis musik seperti ini, ditambah dengan Ska Jepang itu tadi. Sebenarnya musik kita juga banyak mengadopsi Rocksteady juga sih, jadi Rocksteady ada unsur Jazz sama keroncongnya juga. Mungkin yang membedakan musik Ska kami dengan yang lain adalah dari progresi Chord nya, dan biasanya yang kami tahu banyak beredarnya Ska yang 2 Town, atau Skapunk. Kalau kita lebih ke Fourt Wave sih, arah musiknya mungkin lebih ke Jepang, seperti Ska Jazz atau Rock Steady.
Eksplorasi soundnya sendiri sudah sejauh mana yang kalian lakukan ?
Kalau untuk sound sih terakhir untuk di album Minor 7, kiblat kita ada satu band dari Spanyol atau Amerika latin gitu. Di album itu kita nggak tajam, tapi lebih lembut karena kita nyocokin karakter suara vokalisnya yang seperti angin lembang (tertawa).
Sebelum album pertama Minor 7 itu kalian udah rilis sesuatu sebelumnya ?
Udah, kita dulu sempat rilis mini album judulnya Renjana yang terdapat tiga lagu didalamnya. Terus tiga lagu itu dijadikan soundtrack film layar lebar judulnya “Security Ugal-Ugalan”. Awalnya itu kita main di Sarinah Jakarta, acara komunitas gitu lah. Kita di ajak dan main disitu, ternyata ada pihak MD Music disitu yang melihat kita, dia kontakin, terus kita oke’in. Akhirnya ngobrol-ngobrol segala macam, sampai akhirnya kita rekaman untuk mengisi soundtrack film “Security Ugal-Ugalan” itu. Sedangkan untuk mini albumnya sendiri kita rilis dipertengahan tahun 2016.
Untuk Ska di Indonesia kalian melihatnya seperti apa ?
Kalau untuk genre Ska di Indonesia ini sendiri udah banyak banget. Makanya kenapa kita bikin Ska yang kayak gini, itu banyak orang yang bilang fresh dan ada juga yang bilang milenial. Tapi kalau dilihat memang beda sih karena kita banyak menggabungkan genre dari Jazz, Blues, malahan ada yang dari keroncong terus juga ada Surf Rocknya juga. Itu semua ada di album Minor 7. Jadi kalau misalkan dilihat dari band Ska yang lain memang kita cukup fresh untuk segi aransemen dan komposisinya. Tambahan untuk album kedua mungkin materi kita akan lebih up beat dan enerjik dari album Minor 7 ini.
Comments (0)