Song Review:

Song Review: "Kawan Bukan Lawan" - Nectura

Dari segi lirik, Nectura memilih bahasa Indonesia. Kembali, alasannya adalah agar lagu mereka lebih mudah dipahami dan familiar di telinga masyarakat kebanyakan. Tema yang diangkat terinspirasi dari komunitas musik bawah tanah kota Bandung di tahun ‘90an yang dibandingkan dengan keadaan hari ini. Nectura menilai bahwa banyak nilai-nilai yang hilang dan mereka ingin kembali menumbuhkan semangat dan soliditas yang dipupuk oleh kawan-kawan komunitas sejak lebih dari 20 tahun yang lalu. Keberadaan teknologi dirasa memecah pola kerjasama yang dilakukan dahulu. Band-band “masa kini” lebih memilih berjalan secara individu atau menjadi “band instan”. Selain itu, lagu ini juga merespon perpecahan yang terjadi, dan Nectura sedang menyampaikan satu “pesan perdamaian” dalam lagu ini.

Menggunakan lirik dengan bahasa Indonesia pada hakikatnya memang mempermudah penyampaian pesan, mengingat ini adalah bahasa yang digunakan sehari-hari. Ketika menggelar release party, Owang bercerita bahwa ia merasa lebih jujur ketika menggunakan bahasa Indonesia. Ia juga membuat liriknya menjadi ringan, berbanding lurus dengan pola yang diusung Nectura. Bentuk kalimat denotasi dan konotasi berada di porsi yang seimbang. Akrobatik bahasanya sederhana, tidak sulit untuk dipahami.

Secara keseluruhan, tujuan Nectura memang berhasil diraih di “Kawan Bukan Lawan”: meringankan beban Respectura dalam menerjemahkan pesan dan musik. Tetapi, saya masih berharap Nectura memberikan materi lain yang menggebrak ranah musik ekstrim hari ini. Ranah musik bawah tanah selalu menjadi sebuah medan tempur yang ganas. Selalu dibutuhkan materi-materi mematikan agar mereka mampu bertahan dalam “peperangan”. Nectura sebenarnya sudah menemukan karakter dan mereka memang mampu “menyegarkan” ranah musik ekstrim dengan musiknya. Saya berharap mereka lebih gila dan liar di materi selanjutnya. Nectura sangat mampu berada di titik itu.

BACA JUGA - Nectura: "Kami Adalah Band Metal dengan Energi yang Positif"

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner