Song Review:

Song Review: "Kawan Bukan Lawan" - Nectura

"Kawan Bukan Lawan" adalah single terbaru dari Nectura. Lagu ini menyambung single "Tirani Mati" untuk album kedua mereka.

Tidak butuh waktu lama untuk mencerna materi “Kawan Bukan Lawan” dari Nectura. Kalimat ini mewakili segala unsur, baik secara musik maupun lirik. Setiap bagan dan lirik yang dimainkan di lagu ini akan dengan sangat mudah menempel di ingatan. Jika Nectura berharap bahwa lagu ini memiliki konten yang lebih ringan dibanding materi mereka sebelumnya, maka pada dasarnya mereka berhasil. Tetapi, saya pribadi cukup menyayangkan materi ini, karena sejujurnya saya menaruh harapan yang sangat tinggi pasca “Tirani Mati”.

Untuk saya, “Tirani Mati” adalah materi Nectura yang paling matang. Perpindahan bagan, intensitas dan komposisi musik, hingga pemilihan lirik diracik dengan sangat terpola dan terencana. Ketika saya mendengarkan “Kawan Bukan Lawan”, ada sesuatu yang saya rasa hilang. Mungkin karena ekspektasi saya yang diam-diam justru berharap hal yang sebaliknya dari Nectura, mendapatkan materi rumit dan berat. Saya terperangkap dalam pandangan bahwa hari ini band-band sedang berjibaku dalam rangka menampilkan kapabilitas dan karakter mereka sampai ke satu titik darah penghabisan. Saya pribadi pun menjadi tertantang ketika berada dalam satu harmonisasi yang kompleks. Ketika saya dihadapkan dengan “Kawan Bukan Lawan”, saya tidak menemukan tantangan itu.

Saya berdiskusi dengan Addy Gembel tentang lagu ini. Ia lebih menyoroti pada vokal Owang yang sebenarnya bisa mengakali pola repetitif yang dikandung di lagu “Kawan Bukan Lawan”, sehingga lagu ini bisa disulap menjadi lebih variatif. Menurut Addy Gembel, setiap personil Nectura memiliki kapabilitas yang luar biasa, dan mereka belum sampai di titik klimaks pada “Kawan Bukan Lawan”. Ini menjadi senada dengan apa yang saya pikirkan. Mereka bisa lebih progresif daripada ini.

Apa yang ditawarkan Nectura dalam “Kawan Bukan Lawan” memang sesuatu yang lebih sederhana, sesuai dengan apa yang diungkapkan ketika mereka mengadakan release party. Mereka mencari cara untuk membuat sebuah materi yang ringan tapi tetap catchy. Nuansa synthesizer yang jelas terdengar di tengah lagu yang berpadu dengan vokal Owang yang semi bernyanyi membuat lagu ini memang menjadi sangat modern dan “ramah” di telinga pendengar musik anak muda. Mungkin, di situ lah jawaban mengapa saya tidak begitu puas dengan single ini. Sepertinya, saya tidak termasuk golongan “anak muda” yang dituju Nectura.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner