Songs Review: KALA - “Ia Adu En I” & “Barra Edinnazu”
Lagu pertama yang saya dengarkan adalah “Ia Adu En I”. Lagu ini berdurasi 6:44 menit. Dari informasi yang disertakan, Damag ada di bagian vokal, sementara Arbja sebagai eksekutor gitar, bass, dan drum sampling. Proses rekaman dilaksanakan pada kurun waktu November 2016 – Juni 2017, dan proses mixing – mastering menjadi bagian milik ABJati, pada Juli 2017.
Awalnya, saya (lagi-lagi) kebingungan, karena suara dari drum tidak terdengar jelas. Lalu, Damag mengklarifikasi bahwa itu adalah materi demo yang nantinya akan melalui proses re-mastered untuk albumnya. Syukurlah.
Dari detik pertama hingga lagu ini berakhir dengan fade-out, KALA tidak memberi jeda dalam membuat suara bising dengan permainan instrumen yang rapat. Yang membuat saya “betah” mendengarkan lagu dengan durasi yang cukup panjang adalah KALA memainkan nada-nada yang dinamis, meski KALA serupa senapan otomatis yang memuntahkan sekian puluh peluru dalam satu kali menarik pelatuk. Pola musik yang sifatnya repetitif ada di porsi yang cukup dan berubah pola di waktu yang tepat.
Vokal Damag pun terdengar mengerikan. Ia mampu menyeimbangkan musik yang menderu mati-matian dengan suaranya. Garang, liar, kasar, dengan teriakan seperti seorang pesakitan. Perpaduan antara musik keras, vokal gahar, dan perpindahan bar yang progresif menjadi satu padanan mematikan.
Beralih pada “Barra Edinnazu”. Lagu ini saya dengarkan melalui kanal Soundcloud milik Disaster Records, label rekaman yang merilis dua lagu KALA dalam format kaset beberapa waktu yang lalu. “Barra Edinnazu” berdurasi 5:13 menit. Semuanya terdengar sangat solid dan tidak tertebak. Musiknya berubah dengan cepat. KALA nyaris tidak memberikan waktu untuk berkedip dan menarik nafas. Saya seperti mayat hidup selama lima menit. Semuanya tidak terkendali. Berkeringat, panas, dan beracun di waktu yang sama.
Comments (0)