Stroke Menyerang?!!! Tenaaaang, Ada Ini!

Stroke Menyerang?!!! Tenaaaang, Ada Ini!

Tangan dan jari kalian sudah mulai gemetaran ketika memegang sesuatu ? atau sudah mulai hilang fokus ketika bermain instrumen musik dan sering salah nada? Nahloh, sepertinya kalian musti memesan alat yang satu ini. Karna Stroke ringan sudah mulai menghantui.

Walau memang stroke menyerang usia tua, sekitar umur 40-50 tahun keatas; dengan gaya hidup anak muda sekarang, dan polah hidup tidak sehat, jangan salahkan ketika penyakit ini mulai menyerang kalian ketika berusia 30-an. Gawat!

Di dunia sendiri, penderita stroke hamper bertambah, dengan berjumlah 800.000 orang per tahunnya. Setiap satu detik, muncul penderita baru atau menurut riset, sekitar 40 orang waiting list terserang stroke baik yang ringan maupun berat. Angka ini, membuncit tiap tahunnya, terutam sekali di Negara adidaya Amerika Serikat, dilansir dari rilis pers Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Music GloveWalaupun begitu, sudah banyak juga bermunculan tempat-tempat terapi para pasien stroke, yang membantu pemulihan kemampuan sensor motoric mereka yang mati suri. Yang menjadi masalah adalah, terlalu sedikit pasien yang rela menjalani berjam-jam, bahkan berpuluh-puluh hari terapi setelah dirawat di rumah sakit. Mereka terkesan putus asa dan membiarkannya. Menurut Nizan Friedman, yang adalah pendiri Flint Rehabilitation Devices, hal ini tidak memotivasi untuk sembuh, dengan hanya diberi daftar latihan apa saja yang harus dilakukan di rumah, tanpa adanya dorongan moril serta emosionil kepada pasie stroke untuk melanjutkan ‘terapi jalan’.

Dengan rasa simpati yang tinggi, Friedman berharap besar, bahwa hal-hal yang disebutkan sebelumnya mungkin akan tertanggulangi, dan diubah secara signfikan lewat alat Music Glove.  Sebuah perangkat komputasi berteknologi tinggi yang mudah dipakai, kapan pun dan dimana pun, dirancnag untuk membantu pasien meningkatkan sedikit demi sedikit sensor motorik mereka. Bentuknya sendiri mirip dengan sarung tangan, yang tentunya dilengkapi dengan sensor kecil yang pintar dalam melacak gerakan tangan penggunanya. Pasien stroke seperti memainkan game Guitar Heroes, dan Friedman sendiri mengakui alat ini terinspirasi dari game tersebut. Dengan cara melakukan gerakan melalui jari-jari mereka. Hasilnya, pastilah positif. Pasien dituntut untuk termotivasi untuk terus berlatih, meskipun dengan gerakan yang monoton sekalipun. Dan  lewat musik, menjadi medium terapi penyembuhan, serta mengatasi rasa bosan ketika gerakan dilakukan secara berulang-ulang.

Music Glove

Nizan Friedman, adalah seorang musisi, dan ide membuat Music Glove lahir ketika ia mengejar gelar PhD jurusan teknik biomedis di Universitas California. Pencapaiannya dalam Music Glove, juga tak lepas dari dua mentor Profesor : David Reikensmeyer, yang adalah seorang pakar  rehabilitasi dengan media robotik, dan Mark Bachman, yang juiga musisi serta ahli sensorik.

Friedman bercita-cita, ingin memadukan unsur robotika dan terapi menggunakan musik. Walaupn disadari oleh mereka bertiga, sebuah tangan robotik akan memakan biaya yang cukup besar untuk orang membelinya. Dan datanglah sebuah ide sarung tangan, yang ternyata lebih fleksibel, bermanfaat dan lebih baik dalam penggunaannya oleh pasien stroke. Jauh dari bayangan awal mereka.

Music Glove adalah mutiara teknologi masa kini, yang dapat diaplikasikan dan berimbas positif pada bidang kesehatan. Sebuah perangkat wearable yang sedang berjuang untuk mewarnai pasar teknologi dunia, dengan sebuah janji menjadi pionir alat musik kesehatan.

Music GloveNiza Friedman

Sumber: compusiciannews.com
Foto: share.upmc.com, fitness-gaming.com, samlvee.com, flintrehab.com, medgadget.com

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner