Subjektifitas Musik : Bagaimanakah Memaknai Musik Yang Baik?
Musik yang bagus adalah relatif, jadi menyikapinya adalah dengan tidak memaksakan seseorang untuk setuju dengan apa yang dianalogikan tentang musik yang bagus itu seperti apa
Jika ada sebuah pertanyan musik yang bagus itu seperti apa, sebenarnya tidak akan ada jawabannya, meskipun itu bisa didefinisikan oleh banyak sudut pandang orang. Misalnya seorang Erwin gutawa pasti akan mendefinisikan musik yang bagus itu adalah yang teoristik, tertata, tersusun dalam tempo dan repertoar lagu yang rapi. Tapi jika menurut seorang punker mungkin akan lain dan sebaliknya. Mereka menganggap musik itu yang penting punya spirit tentang apa yang ingin disampaikan, ber-orasi lewat lirik lagu, atau apapun yang sebenarnya malah tidak menyoroti musik dari sudut pandang teoristik, juga hal yang dipakemkan dalam sebuah ideologi yang diajarkan banyak sekolah musik, dan
menurut saya keduanya tidak salah. Semua berhak dengan bebas mendefinisikan musik yang bagus itu seperti apa. Jadi tidak akan ada habisnya soal pertanyaan musik yang bagus itu seperti apa. Ini belum ditanya para penggemar rock, post rock, brithpop, grunge, pop atau apapun yang pastinya punya pendapat sendiri-sendiri soal musik yang bagus menurut mereka.
Musik yang bagus adalah relatif, jadi menyikapinya adalah dengan tidak memaksakan seseorang untuk setuju dengan apa yang dianalogikan tentang musik yang bagus itu seperti apa. Lepas dari semua itu “music it's just music” dengan semua kejujurannya, harmonisasinya dan apa yang bisa tertangkap sebuah indera menjadi sesuatu yang akhirnya mereprentasikan sebuah rasa yang tercurah. Selamanya akan seperti itu. Musik tidak bisa menjadi sebuah agama atau apa yang bisa dirumuskan dan dipakemkan, karena sifatnya sendiri abstrak dan tergantung siapa yang memaknainya seperti apa. Ada yang memaknai musik sebagai hobi, tujuan hidup, just for fun atau apapun lah tergantung si penikmat musik itu sendiri mengartikannya.
Itu sedikit saja yang mendasar tentang musik dan musik bagus itu seperti apa menurut saya. Sekarang beralih dengan pernik musik selain itu. Contoh kecilnya adalah tentang genre/aliran musik. Sebagian orang mungkin ada yang tidak menyukai tentang suatu pengkotakan akan sebuah genre dalam musik. Kalau saya pribadi sih antara setuju dan tidak setuju atau mungkin malah tidak peduli soal itu. Tapi jika suatu genre musik lahir untuk menjatuhkan genre musik lainnya, itu pasti saya tidak setuju. Karena musik kan harusnya unite dan menguatkan, bahkan musik juga bisa diartikan sebagai alat pemersatu dan bahasa dunia. Genre musik hanyalah sebatas pilihan selera saja, yang tidak mungkin semua musik yang tercipta itu akan kita sukai semuanya. Pastilah ada satu atau dua yang bisa kita anggap bisa lebih mewakili diri kita ada di genre musik seperti apa, dan itu bebas bebas aja.
Sumber foto : http://www.hardtohandleband.co.uk
Comments (0)