Suling Sutra, dari Asia untuk Dunia
by: Bobby Agung Prasetyo

Seruling bukan lagi alat musik langka, karena keberadaannya dapat ditemukan di berbagai pesohor negara tapi dengan nama yang berbeda, termasuk Mesir. Pada masa Mesir Kuno, terdapat bukti permulaan muncul dan dimainkannya alat musik seruling di Mesir. Instrumen yang muncul paling menonjol adalah pipa menyerupai klarinet, seruling, dan juga harpa. Dalam relief hieroglif pun ditemukan gambar seruling yang dikenal dengan nama Aulos. Aulos ini adalah seruling yang terbuat dari kayu. Bentuknya terdiri atas dua buah tabung seruling yang disatukan dan memiliki empat atau lima lubang nada. Aulos ini sulit untuk dimainkan karena memiliki dua buluh yang disatukan.
Suling di Cina ada banyak jenisnya. Kebanyakan terbuat dari bambu, walaupun ada yang dari kayu atau batu giok serta tulang. Salah satu ciri khas dari seruling Cina adalah penggunaan membran resonansi yang dipasang pada salah satu lubang. Ini memberikan suara suling lebih cerah.
Jenis Seruling di China modern yang sering dipakai dalam orkestra adalah Bangdi, Qudi, Xindi, dan Dadi. Seruling di Jepang disebut Fue, umumnya bernada tinggi dan terbuat dari bambu yang disebut Shinobue.
Di India, Pakistan, dan Bangladesh, seruling dikenal dengan nama ‘Bansuri’. Bentuknya lebih panjang dari seruling biasa, dengan panjang mencapai 14 inci. Bansuri dikenal sebagai alat musik yang berhubungan dengan kisah cinta ‘Khrisna dan Radha’. Pernahkah Anda melihat film India atau pertunjukan ular yang meliuk-liuk badannya? Pawang ular membawa keranjang berisi ular, saat mulai meniup serulingnya, tak lama kemudian keluar ular kobra dan bergerak seolah sedang menari.
Melihat hal seperti itu mungkin Anda kagum akan kehebatan pawang ular tersebut, namun tahukah Anda bahwa sebenarnya ular tidak bisa mendengar Lalu kenapa ular tersebut bisa menari? Ternyata yang diikuti ular itu bukanlah suara seruling pawang, melainkan gerakan seruling pawang tersebut yang ular anggap sebagai sebuah manuver penyerangan terhadap dirinya. Secara refleks ular pun mengatur gerakan bertahan dan bersiaga. Kepandaian pawang adalah kehebatannya menjaga jarak dengan ular agar tidak diserang dan ia juga harus tahu pasti gerakan yang dilakukan ular itu.
*diolah dari berbagai sumber
foto: istimewa
Comments (0)