Swedish Melodic Deathmetal
Swedish melodic deathmetal, adalah sebuah genre yang masuk kedalam klasifikasi perkembangan musik metal. Aliran musik ini bisa dikatan sebagai aliran musik yang kontroversial, mengapa demikian? Karena akan selalu muncul argumen berbeda dari para metalhead, ketika menyinggung klasifikasi band mana saja yang masuk kedalam kategori genre swedish melodic deathmetal ini. Dalam sejarahnya, aliran musik ini pertama kali dibawakan oleh band-band yang berasal dari Gothenburg, Swedia. Nama-nama seperti In Flames, Dark Tranquillity, Soilwork, Entombed dan At The Gates menjadi gerombolan yang paling krusial jika membahas sejarah tetang aliran musik tersebut, karena bisa dikatakan kelimanya adalah cermin dari berkembangnya musik swedish melodick deathmetal di masa ini.
Berbicara mengenai warna musik, swedish melodic deathmetal bisa dikatan sebagai aliran yang muncul dari perpaduan unsur musik power metal, thrash metal, dan deathmetal dengan di padu balutan melodi gitar yang dominan, sehingga terdengar lebih merdu, lalu juga disokong dengan karakter vokal ala death growl scream yang berpadu dengan karakter clean voice yang biasa di pakai oleh Anders Friden (In Flames), Bjorn Strid (Soilwork), dan Mikael Stanne (Dark Tranquillity).



At The Gates, In Flames, & Soilwork
Di indonesia sendiri khususnya geliat perkembangan musik swedish melodic death metal ini bisa dikatakan pesat perkembangannya. Kita bisa melihat beberapa nama macam Beside, Nectura, dan Nemesis adalah beberapa contoh nama yang mengusung warna swedish melodic death metal pada setiap materi lagu yang mereka buat.
Beside adalah sebuah band fenomenal yang lahir dari sebuah komunitas yang terkenal namanya di ranah musik metal bernama “Homeless Crew”, Beside berdiri di tahun 1997. Di awal karir bermusiknya Beside banyak terpengaruh pada aliran musik hardcore macam Rykers, Strife, Earth Crsis, dan lain-lain. Memasuki era 2007 warna musik mereka terdengar berbeda, tepatnya saat mereka meluncurkan album perdana mereka bertitle “Against Ourselves” warna musik dalam album ini terdengar lebih sangar, balutan melodi dominan terdengar di hampir setiap lagu dalam album tersebut. Belum lagi pengaruh dari band-band Swedish macam In Flames, Soilwork, dan Arch Enemy yang mempengaruhi gaya bermusik mereka, seakan mempertegas bahwa mereka adalah salah satu koloni melodic deathmetal asal Indonesia.
Nectura adalah muka baru (personil lama) di ranah musik metal Indonesia. Band yang dihuni oleh tiga mantan personil Beside ini baru saja meluncurkan album perdana mereka bertajuk “Awake To Decide” warna musik dalam album ini terdengar sangat berkelas. Karakter vokal death growl Owank sang vokalis terdengar merdu dengan selingan clean voice yang sesekali terdengar di beberapa riff lagu, layaknya yang dilakukan oleh Anders Friden, atau Bjorn Strid. Belum lagi balutan melodi gitar yang mendominasi. Dalam gaya bermusiknya Nectura banyak terpengaruh oleh beberapa band swedish macam In Flames, Soilwork, dan Messugah.



Beside, Nemesis & Nectura
Nemesis merupakan sebuah band yang juga bisa dikatakan sebagai salah satu band yang mengusung aliran melodic death metal. Warna musik mereka terdengar extream dengan balutan not-not gitar cepat, dan instrumen melodi yang dominan dalam setiap lagu mereka.
(Septian Nugraha)
Foto : All Google Picture, Except for Beside, Nectura, Nemesis
Comments (0)