Artikel Musik Indie : Technical Deathmetal
Technical Deathmetal, aliran musik ini mungkin tak asing ditelinga kalian yang memang sangat menggandrungi aliran musik metal. Belum ada jawaban pasti mengenai kapan pertama kali sub genre dari aliran musik deathmetal ini pertama kali dibawakan, namun yang pasti technical deathmetal ini adalah jenis pengembangan musik paling kompleks dari perkembangan musik deathmetal itu sendiri.
Aliran technical deathmetal adalah musik deathmetal yang banyak menggunakan nada-nada diatonis didalamnya. Jenis musik ini seringkali diasosiasikan sebagai penggabungan antara death metal dengan progressive rock dan jazz fusion. Aliran musik ini bisa dikatakan sebagai aliran paling maut dalam ranah musik metal. Anda tidak akan bisa menikmati musik ini hanya dalam satu kali play, perlu beberapa putaran hingga telinga Anda akhirnya merasakan sensasi dari jenis musik satu ini. Ya, karena tempo yang dibawakan dari jenis musik ini sangatlah cepat, selain itu teknik yang terlihat “ngejelimet” dan “keruwetan’ dalam memainkan jenis musik ini semakin mempertegas bahwa jenis aliran musik ini adalah spesies paling sangar yang dimiliki oleh genre musik metal.
Meski terdengar begitu “wah” namun nyatanya ada beberapa hal minus dari aliran musik satu ini di antaranya adalah, tempo cepat yang dimainkan oleh aliran jenis technical deathmetal membuat aliran lagu ini terdengar kurang merdu jika dibandingkan dengan jenis old deathmetal, selain itu lagu dari aliran satu ini tidak bisa dimengerti hanya dengan sekali dengar. Cukup sulit memang untuk memainkan genre musik satu ini, Anda diperlukan skill dan teknik yang mumpuni untuk bisa sempurna memainkan jenis musik satu ini.
Di Indonesia sendiri alirin musik ini berkembang cukup pesat, dan memiliki banyak basis penggemar untuk band-band yang memainkan jenis aliran musik satu ini. Beberapa nama yang tak bisa dilewatkan bila membicarakan perkembangan aliran musik technical deathmetal di Indonesias aliran adalah nama-nama macam Djin, Trojan, Killharmonic, Auticed, Revenge, dan masih banyak lagi tentunya.
(Septian Nugraha)
Foto : www.facebook.com
Comments (0)