Tentang "24 Years Into Kaliyuga" dari Mata Addy Gembel



(dari kiri ke kanan) Personil Forgotten: Zoteng (gitar), Dicky (bass), Gan-Gan (gitar) | Foto: Fatur Rahman Suryadi
Saat merilis album Kaliyuga, kenapa memilih merilis juga buku tabulasi gitar dan drum?
Buat Forgotten, sebuah band itu harus kuat dalam narasi juga, artinya tidak hanya karya musikalitas atau audio saja, tapi harus punya karya dalam bentuk catatan. Apapun itu bentuknya, baik novel dan kumpulan cerpen yang berhubungan dengan Forgotten yang pernah saya rilis juga. Mungkin, sekarang waktunya buat Gan-Gan dan Zalu, sebagai gitaris dan drummer untuk menerbitkan catatan lain terkait dengan karya-karya dari band itu sendiri. Karena, sebuah karya akan abadi, baik itu dalam bentuk audio, apa lagi catatan. Dengan buku tabulasi gitar dan drum, semoga menjadi sebuah referensi untuk orang-orang yang ingin serius belajar musik, Forgotten ingin memberi memberi manfaat lewat buku itu.
Terkait dengan celetukan di atas panggung waktu itu, apa yang melatarbelakangi hingga akhirnya keluar celetukan terkait intelijen kepolisian?
Ya, di konser kemarin banyak (intel kepolisian). Maksudnya, secara gestur saya hapal dan tanpa perlu memperkenalkan diri. Saya tahu mereka bagian dari apa dan siapa. Tidak masalah sebenarnya, malah bersyukur kami masih dapat perhatian dari mereka dengan apa yang kami lakukan, dan untungnya mereka membeli tiket.
Comments (0)