Tentang Imajinasi dan Pernik Menarik Band Titik Imagi
Setiap orang bisa bermain musik atau berkesenian lainnya, tapi tak banyak yang bisa menghasilkan karya yang bagus dengan karakter yang kuat, jika tidak dibarengi dengan daya imajinasi yang baik pula.
Titik Imagi merupakan grup band ska yang hadir untuk meramaikan cita rasa musik Indonesia yang sangat beragam. Konsep musik yang di usung oleh Titik Imagi berdasar pada imajinasi, di mana hal itu menurut mereka dilatari jika setiap individu manusia pasti memiliki dan pernah berimajinasi tentang apapun. Dengan maksud karya yang dibuat berawal dari sebuah imajinasi, titik temu ingin menuangkan apa saja yang terimajinasikan dalam pikiran, terutama imajinasi tentang kehidupan.
Berbicara tentang seni (yang dalam hal ini dikerucutkan ke dalam seni musik), berkesenian, dan membuat karya, hal tersebut terlahir dari buah pemikiran, perasaan, dan daya hayal. Menggaris bawahi daya hayal dari bagaimana sebuah karya seni itu pada akhirnya bisa terlahir. Daya hayal atau biasa disebut juga dengan daya imajinasi adalah suatu proses kerja otak yang menangkap reaksi dari apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan. Otak menyimpan begitu banyak memori setiap harinya. Sampai pada akhirnya memori itu mulai tersusun membentuk suatu pola (katakanlah seperti itu) yang kemudian merangsang otak untuk merencanakan sesuatu. Dari sanalah proses kerja kolektif otak dan tubuh kita bersinergi membuat sebuah karya.
Mungkin setiap orang bisa bermain musik atau berkesenian lainnya, selama dia mau belajar tentang kesenian itu. Tapi tak banyak yang bisa menghasilkan karya yang bagus dengan karakter yang kuat, jika tidak dibarengi dengan daya imajinasi yang baik pula. Daya imajinasi membantu kita ketika berkarya sehingga kita bisa menembus batas apapun.
Ditemui disela-sela syuting DCDC Musikkita, Titik Imagi menuturkan jika imajinasi erat kaitannya dengan karya seni, dimana persamaan keduanya adalah tidak dibatasi oleh hal apapun. Dalam bermusik, semua hal menjadi mungkin untuk bisa diwujudkan dalam bentuk karya. Kalau kata bung Hatta sih “kalian boleh memenjarakan aku dimana saja asal dengan buku, karena dengan buku aku bebas”. Kalimat itu menyiratkan jika dengan membaca buku, bung Hatta bisa menjelajah dunia tanpa merasa dia terbatasi meskipun raganya terpenjara. Imajinasinya lah yang membuat bung Hatta bisa lepas bebas berkeliling dunia dan meraih mimpinya dengan buku yang dibacanya. Jadi jangan pernah berhenti berimajinasi tentang hal-hal yang baik, agar pada akhirnya hal-hal baik juga bisa terwujudkan.
Selain itu, mereka juga menuturkan jika bicara tentang Titik Imagi maka kita akan bicara tentang jamaican musik, di mana musik ska yang mereka usung menjadi begitu identik dengan jamaican setelah musik reggae yang sempat menginvasi dunia lewat tokoh ikonik Bob Marley. Untuk urusan band diakui oleh mereka jika Titik Imagi merupakan ‘rumah’ bagi mereka untuk terus bermusik. Dengan semua dinamika naik turun dalam perjalanannya, band ini nyatanya masih punya energi untuk bisa kembali menyalakan lampu ‘rumahnya’.
Mereka juga menambahkan jika ada sense of belonging antar personil hingga membuat band ini menjadi ‘rumah’ bagi mereka. Awal membentuk band dari tongkrongan dan menjadi akrab karena seringnya bertemu membuat mereka akhirnya punya rasa kekeluargaan dan kedekatan personal. Meski dalam perjalanannya sempat berganti vokalis, namun hal itu tidak menjadikan Titik Imagi berhenti di tengah jalan, tapi justru sebaliknya, mereka hadir dengan lagu-lagu ciamik olah kreasi mereka, dari mulai lagu “Paradox”, dan “Cinta Sebatas Ujian”.
Hal menarik lainnya dari band ini adalah ketika mereka dihadapkan pada pertanyaan tentang ‘’ingin dikenal sebagai band yang seperti apa?’’. Mendapat pertanyaan seperti itu mereka kompak menjawab jika Titik Imagi ingin dikenal sebagai band yang berhasil memperkenalkan ska ke pelosok di Indonesia, serta ingin dikenal sebagai band yang mengetengahkan kekeluargaan di dalamnya.
Comments (0)