Terapi Musik, Ampuh Bantu Pasien Lawan Penyakit

Terapi Musik, Ampuh Bantu Pasien Lawan Penyakit

Musik adalah hidup. Banyak kalangan memandang musik adalha semnagat hidupnya, jalan hidupnya, obat hidupnya, dan macam – macam intemplasi tentang musik lainnya. Musik adalah bagian dari keseharian setiap orang, bagi yang menikmati musik, mendengarkan musik, komposer musik, musisi, industri musik, merchandise musik dan setiap bagian dari elemen musik sampai dengan gear musik yang dipakai adalah “keluarga”besar dari musik itu sendiri. Serangkaian nada – nada yang disatukan, dirangkai sedemikian rupa, bait per bait, nada per nada yang terbangun dari perasaan sang pembuat musik. Rangkaian nada indah ini mampu meningkatkan mood dan memiliki efek sedative mempengaruhi kondisi psikologis dari seseorang. Karna musik sendiri dapat menjadi obat yang seperti saya bilang sebelumnya, musik dialihkan menjadi sarana terapi atau relaksasi, jiwa dan raga.

Dalam konteks musik untuk relaksasi, orang yang sebatas mendengarkan lagu / musik saja, disebut pasif.Bukan berarti kita selama ini sebagai penikmat musik adalah orang yang pasif ya coklatfriends.

Lain halnya dengan musik untuk terapi, disini posisi dari pasien tidak hanya sebatas mendengar saja, tetapi membantu atau ikut menyusun komposisi, sampai menyumbang lirik. Untuk yang ini, masuk dalam kategori jenis musik aktif. Metode musik terapi, dilakuksn agar membantu pasien untuk sembuh dari dalam. Salah satu contoh, memiliki riwayat depresi.

Dilansir dari artikel pada laman situs health.kompas  "Sebetulnya tidak hanya dari sisi psikologi, musik juga membantu penyembuhan dari sisi fisik, mental, estetika dan spiritual. Musik juga mampu meningkatkan keterampilan motorik dan fungsi kognitif," ujar Prof Tjut Nyak Deviana Daudsyah, DA.Mus.Ed. ( pendiri Institut Musik Daya Indonesia (IMDI) ).

Beberapa jenis penyakit yang menggunakan musik sebagai terapi pendukung adalah stroke, penyakit jantung, gangguan neurologis dan epilepsi, serta gangguan psikologi.

Penyakit yang berbeda dari setiap pasiennya, begitu juga dengan jenis musik yang digunakan dalam terapi pengobatannya juga berbeda. Lebih spesifiklah bahasa ilmu nya. Terlebih lagi, terapi musik yang keikutsertaan dari pasien ynag diwajibkan.

Bukannya mau mengkotak - kotakkan jenis aliran musik, karna walaupubn aliran heavy metal, punk, atau hardcore sangat disukai pasien, hal ini disarankan untuk tidak didengarkan.

"Musik untuk terapi sebaiknya memiliki frekuensi dan volume yang tidak terlalu tinggi atau rendah. Seorang terapis musik memang punya repertoir sendiri. Namun repertoir ini sangat fleksibel bergantung pada selera dan jenis musik yang biasa didengar pasien," - Prof Tjut Nyak Deviana Daudsyah, DA.Mus.Ed.

Hal di atas disetujui juga, oleh seoranginternist dari RS Hasan Sadikin, Bandung, dr. Andry Reza Rahmadi, SpPD, MKes. Sebagai Terapi p[endukung non medical, musik memiliki peran penting dalam peningkatan kemampuan tubuh dan pikiran pasien melawan penyakit. Hal tersebut dapat tercapai oleh bantuan musik, yang turut membqantu memberikan kenyamanan, keseimbangan emosi, dan hilangnya sedikit demi sedikit rasa deperesi pasien.

"Kalau sudah ada kemauan maka pasien akan mengikuti seluruh proses pengobatan. Keinginan untuk tidak menyerah inilah yang kemudian menentukan perbaikan kualitas hidup pasien," kata Andry.

Sumber : health.kompas

Photos : experiencejoy.com

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner