Teruntuk Musik Indonesia...

Teruntuk Musik Indonesia...

Cita-cita itu akhirnya terwujud! 

Sebuah Langkah nyata, Rekam Jejak Musik Indonesia

Kalimat diatas memunculkan euphoria tersendiri bagi kalangan seniman, artis, dan pelaku/pekerja seni, sampai penikmat musik di Nusantara lintas generasi. Sebabnya? Karna museum musik Indonesia kini terwujudkan di ujung timur pulau Jawa, kota Malang Perum Griya Shanta Blok G no 407.

Museum Musik IndonesiaBerawal dari sebuah organisasi sosial, Galeri Malang Bernyanyi yang disingkat menjadi GMB, berdiri pada tanggal 8 Agustus 2009 di Malang. Dengan tegas organisasi ini bervisi untuk turut ikut memelihara sejarah perjalanan Musik Indonesia. Tentunya dengan misi nyata, mengumpulkan koleksi rekaman musik yang tersebar di Indonesia maupun luar negeri, pun juga tak tertinggal data tulis poster buklet musik Indonesia, seperti yang tercantum dalam keterangan pada website resmi www.museummusikindonesia.com.Galeri Malang Bernyanyi

Galeri ini berdiri, bukan atas dasar milik pribadi, tetapi milik komunitas atau organisasi yang juga dibantu oleh para penyumbang galeri dengan jajaran rilisan rekaman fisik pribadi, dan mulianya untuk menjadi tempat belajar dan gudang informasi bersejarah perjalanan musik Indonesia dari musik lawas sampai dengan saat ini.

Cikal bakal organisasi ini muncul, hasil buah karya Komunitas Pecinta Kayutangan ( Kapeka ) bersama musisi kota Malang yaitu Donny Pras,Sigit H,Sylvia Sartje. Barulah setelah itu, ‘merajalela’ dan Sampai dengan pertengahan bulan Oktober 2012 lalu, telah terkumpul sekitar 6.500 rekaman dan barang-barang lain dari sekitar kurang lebih122 orang penyumbang. Sepertinya saat ini,  rekaman serta barang-barang tersebut sudah bertambah angkanya, mengingat budaya mencari rilisan fisik, dan ‘teradarkannya’ muda-mudi Indonesia yang lebih menghargai karya musisi lokal. Jangan dilupakan juga peran social media, industry musik arus samping, berjamurnya net-label / indie records, dan berjejalnya komunitas musik semakin turut meriahkan kembali gairah-geliat musik Indonesia (bukan musik macam dahsyat atau inbox ya, catat itu!).

Museum Musik Indonesia

Oke, mari kita kembali ke soal GMB dan Museum Musik Indonesia, lalu muncul kemudian pertanyaan, kenapa Malang? Bukan Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Bali, atau Jogja?

Museum Musik IndonesiaHarus kita tarik kembali ke belakang, dan kita ajak bersama para penggagas organisasi ini., dan kita mulai dari nama Katjoetangan, yang dulunya merupakan sebuah wilayah di Malang yang pada era 1960 hingga 1970-an menjadi pusat kegiatan seni pemuda. Dan kita era 1970-an, banyak dari musisi asal Malang yang cukup disegani di belantika musik Indonesia. Nama-nama seperti Ian Antono sebagai gitaris Bentoel dan menyebrang ke God Bless, dan Sylvia Saartje yang dikenal sebagai “The First Lady Rocker” Indonesia. Kedua nama ini tidak mungkin begitu saja dilepaskan dari kota Malang, dan perjalanan musik rock pribumi tentunya.

Para pengungjung museum ini, benar-benar dimanjakan oleh musik. Bagaimana tidak, ketika masuk lokasi, pengunjung akan langsung dijejali ‘musik’, musik Indonesia  sampai luar negeri sekalipun. Selain itu, kita bisa me-request untuk mendengar seperti apa sih musik rock macam AKA dalam bentuk rekaman fisik aslinya. tsadeeess.Museum Musik Indonesia

Layaknya harddisk, Museum Musik Indonesia dijejali data-data otentik rekam jejak musik tanah air. Terdapat koleksi-koleksi barang yang erat berkaitan dengan musik, piringan hitam atau plat, pita kaset, CD, DVD, pemutar musik, instrumen musik bersejarah, memorabilia foto, poster, majalah, kliping, artikel, dan tak ketinggalan alat-alat musik modern dan tradisional. Koleksi barang yang ada di Museum Musik Indonesia, hasil dari sumbangan para dermawan para pecinta musik, sebagai contoh yang dilansir dari cnnindonesia.com, gitar batik hasil karya Haryo Kongko Sasongko yang menjadi koleksi sejak Maret 2013. Menurut situs web resmi Museum Musik Indonesia, hingga Desember 2014 terhitung sudah ada 15 ribu koleksi yang terkumpul. Total 99,9 % barang-barang yang ada disini “langka’. Kalian bakal banyak nemuin barang yang ga ada di tempat lain, walaupun banyak juga dari barang tersebut disumbang tidak hanya warga Indonesia sendiri, ada juga pecinta musik asal Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Belanda, Jerman, dan Prancis yang ‘dengan senang hati’ ikut menyumbang atas dasar, kecintaan terhadap musik. Ngomong-ngomong, apakah ada campur tangan pemerintah Indonesia?

Museum Musik IndonesiaHmmm sayangnya, enggak! Enggak ada sama sekali, seperti yang sudah-sudah, mereka berkoar-koar menjadi ‘peyambung lidah rakyat’, tapi hasilnya? Mengisi perut buncit mereka masing-masing.

Back To Museum Musik Indonesia, segala sesuatu yang erat kaitannya dengan kebaikan dan pendidikan pastilah selalu ada jalannya, seperti Museum Musik Indonesia yang notabene berjalan sendiri atas dasar kepedulian masyarakat yang pada akhirnya terwujud melalui misi pengarsipan, dalam ruang sederhana bilangan Griya Shanta.

Tempat itu pun kini menjadi pusat tukar pikiran pemusik lintas generasi.

Jika ada waktu,berkenanlah berkunjung ke Museum Musik Indonesia, sambil memajukan  musik Indonesia di kancah dunia.Cheers 

Pengagas Museum Musik Indonesia

Perjalanan singkat Galeri Malang Bernyanyi

Perjalanan GMB

20 April  : Gagasan pendirian museum musik disampaikan oleh KPK kepada Wali Kota Malang
22 Juni 2009        : Sumbangan pertama untuk GMB diberikan oleh Prijanto, Sidoarjo.
8 Agustus 2009    : Pencanangan pendirian Galeri Malang Bernyanyi oleh Walikota Malang pada acara Malang Fiesta 1
1 Oktober 2009    : Kerjasama dwngan Radio Mas FM untuk pengumpulan sumbangan koleksi galeri dari masyarakat
17 April 2010  : Pembukaan GMB dan peresmian logo GMB oleh Wakil Walikota Malang di jalan Citarum 17 Malang diikuti pembentukan pengurus sementara GMB
9 Mei 2010  : Promosi GMB di Radio Surabaya Malang
10 Juli 2010  : Kunjungi GMB ke Lokananta, diikuti dengan kegiatan penggalangan dana untuk membantu Lokananta
1 Agustus 2010   : Grand Final Festifal Band Malang Raya ( Malang Fiesta 2) dengan bintang tamu Achmad Albar, Ian Antono dll
2 Agustus 2010   : Ian Antono menyatakan kesediaannya menjadi penasihat GMB
7 Agustus 2010   : Dejavu, Juara Pertama Festival Band Malang Raya tampil di RRI Pro-2 Malang
8 Agustus 2010   : Penayangan Malang Fiesta 2 Batu TV
30 Oktober 2010  : Lunar, slah satu finalis Festival Band Malang Raya, tampil di RRI Pro-2 Malang
13 November 2010 : Kunjungan GMB ke Lokananta, disepakati bahwa GMB akan membantu pembuatan website Lokananta
31 Desember 2010 : Rock ’70 Fiesta O-New Tribute to Black Sabbath, Deep Purple, Genesis, Grand Funk Railroad, Led Zeppelin, Rolling Stones, Uriah Heep
16 Agustus 2011 : Grand Final Festival Band II se Malang Raya Bintang : Edane, Juka Box
31 Desember  : Tribute to Genesis and Dream Theater Juke Box, Dkill, Lunar, Batterman

https://www.facebook.com/Museum-MUSIK-Indonesia-185621331575783/

https://twitter.com/MUSEUMMUSIKINDO

Sumber Tulisan :

http://www.cnnindonesia.com/hiburan/20150309191001-227-37828/jejak-nada-tersimpan-rapi-di-museum-musik-indonesia/

http://www.museummusikindonesia.com/galeri-malang-bernyanyi/

Foto :

portalmusikmalang.com

tembi.net

halomalang.com

daerah.sindonews.com

surabaya.panduanwisata.id

www.whiteboardjournal.com

www.ketjilbergerak.org

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner