Teza Sumendra dan Persembahan Untuk Para ‘Robot’ Abad 21

Teza Sumendra dan Persembahan Untuk Para ‘Robot’ Abad 21

Melalui tulisan ini, tidak ada siapapun disini yang ingin bersikap sebagai penjunjung moral paling wahid, tidak ada pula yang ingin mencalonkan diri sebagai ‘Hakim Moral Abad 21’ dengan segala konten media sosial-nya, karena toh memang pelik dan pahitnya kehidupan menjadi hal relatif dewasa ini. Sesuaikan saja dengan urusan masing-masing. Bagaikan penyakit, daftar baik dan buruknya soal hidup tidak akan habis dibahas, dicari jalan keluar atau obatnya. Diobati, Muncul kembali. Ulangi. Selalu seperti itu. Tidak hanya berlaku saat ini saja, pada zaman dahulu seperti tertulis dalam setiap buku kuno dan kitab suci. Kehidupan ya seperti itu, asam garamnya hidup sudah seperti dituliskan. Ada semacam target, lika-liku serta hambatan untuk meraihnya. Tidak ada yang mudah. Tetapi tidakada yang tidak bisa. Hanya tidak mau saja.

Mayoritas kalangan memandangnya sebagai beban moril yang berat, sebagian besar lagi mencoba bersahabat dengan hal tersebut. Semua baik-baik saja, karena niscaya bagi siapa saja yang percaya akan ada jalan ‘Tuhan’ – kebaikan dan pamrih yang setimpal akan diberikan bagi penganut keyakinan turunan Nabi Abraham (katanya). Mungkin yang religius dan sisi spiritual tinggi mengamini dengan benar akan hal ini. Tuhan akan berkehendak dengan caranya sendiri, misterius, dan jika Ia mau. Begitu bunyinya.

Berbeda lagi bagi yang menyatakan diri sebagai penduduk bumi, dan merasa bahwa dirinya adalah bagian erat yang tak terpisahkan dari Mother Nature, biasanya memiliki sikap konsistensi tuk menyelaraskan dengan keinginan alam. Biar alam yang berkehendak dan segala bentuk kecintaannya terhadap alam melahirkan positivisme tersendiri, semesta yang mengatur segalanya.

Adapun yang tak ber-Tuhan, menyatakan segala bentuk hasil yang diraih saat ini adalah wujud upaya 100% kemampuan, kemauan yang berasal dari dirinya sendiri. Tidak ada campur tangan, karna ‘Tuhan’ tidak ada dalam daftar yang ada dan nyata. Untuk kalangan agnostik, percaya akan segala bentuk ke-duniawiaan bukan ranah campur tangan dari pemilik semesta, ‘Ia’ memang ada tetapi urusannya hanya menciptakan yang ada di bumi, manusia, hewan, tumbuhan, alam dan setara lainnya berkerja dan berperilaku masing-masing. Urusan pekerjaan dan kehidupan ideal, tidak ada sama sekali urusannya dengan Tuhan. 

Jadi, sambil menikmati karya terbaru dari Teza Sumendra, kembali tanyakan kepada diri sendiri. Sudah idealkah kehidupanmu?

BACA JUGA - Song Review : Sore - "Woo Woo"

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner