The Jansen: “Kami Membuat, Bukan Membeli”
Sejak kapan The Jansen dibentuk?
Terbentuknya itu tahun 2015. Pertama, kami menamai band kami dengan nama The Baucherry and The Party. Karena orang-orang pada susah nyebutin, akhirnya diganti dengan nama The Jansen. Nama baru itu kami ambil dari salah satu lagunya The Kuda yang judulnya “Hey Jansen”.
Ceritain dong pengalaman apa aja yang udah kalian lewati dalam proyek musik The Jansen ini!
Kalau untuk personil, kami masih bertiga dan orang-orangnya juga masih belum ganti sama yang lain. Paling cerita untuk album sih. Kami ngajak beberapa musisi lain untuk featuring, kayak sama Adipati (The Kuda) untuk album Present Continues.
Untuk genre musiknya, ada alasan khusus nggak kenapa kalian memilih genre punk rock?
Karena suka sih, terus Aji juga ngajaknya bikin band-band semacam Ramones atau Sex Pistols gitu. Udah sih, karena sebatas suka aja, nggak lebih.
Dalam musik kalian, ruang lingkup tema yang kalian bicarakan itu apa aja?
Banyak, sih. Hampir rata-rata semua tentang kehidupan yang udah kita jalanin. Tentang perasaan tersinggung juga ada. Campur-campur sih. Misalkan di mini album We Are Not Fear, itu semacam deskripsi The Jansen seperti apa. Kalau di album Present Continues itu tentang no future. Lebih tepatnya, tentang kehidupan anak muda yang hidupnya ada di ruang lingkup yang tinggal di pesisir atau di dalam sebuah desa gitu. Secara harfiahnya mereka kan pasti punya impian untuk mencari mimpi mereka di kota, tapi pas nyampe disana itu tiba-tiba nggak sesuai yang diharapkannya.
Ngomongin musikalitas, tujuan akhir kalian itu apa? Apakah ingin seperti mereka yang menjadi referensi kalian atau bagaimana?
Kita ngambil rumusnya kayak gini: “gue suka nih lagu ini”, terus kita mainin sama The Jansen. Yang sifatnya eksperimen sedikit kebut-kebutan atau apapun itu juga ada. Sebenarnya beragam, lagian masing-masing personil The Jansen juga punya kesukaannya masing-masing. Jadi, ada banyak masukan dari tiap kepala. Kalau dibilang ngambil mentah-mentah iya, dicampur pun ada.
Ada etos tersendiri nggak dalam musik atau di hidup kalian?
Ada. Kami membuat, bukan membeli. Karena salah satu ideologi punk yang kita ambil ya itu gimana caranya kita nggak bersifat konsumtif, tapi produktif. Terus, semangat kerja untuk bagaimana caranya kita menyiasati hidup.
Comments (0)