The Kuda, Band

The Kuda, Band "Mesin Waktu" Progresif-Protopunk 70's BAB III-Tamat.

......Nama The Kuda adalah inspirasi mereka saat berkemah di perkemahan Cibodas dan melihat banyaknya kuda-kuda di Cibodas. Kuda adalah simbol kerja keras, ulet dan melawan semua bentuk represif yang mengukungnya. Liar dan berkarakter. Sejak itu The Kuda menjadi band yang cukup dikenal sebagai kelompok musik yang hanya muncul dan manggung di acara-acara tertentu. The Kuda cukup aktif dalam kinerja independen dan juga dikenal sebagai grup musik yang menggabungkan lirik kritis dan cukup keras dengan aransemen musik eksperimental yang dinamis, sehingga lagu-lagu yang dibawakan mereka dianggap vokal di era tersebut.Lagu-lagunya yang cukup dikenal banyak kalangan kampus, salah satunya berjudul “Lurus ke Depan” ( seperti kuda yang ditutup matanya ) dan lirik lagu ini berhasil menggambarkan keadaan masyarakat yang matanya ditutup oleh penguasa seperti kuda yang ditutup matanya oleh pemilik kuda. Inilah sebagian lirik tersebut :

atas bawah depan belakang, kiri kanan hantam rintangan

lihat kami diantara kalian menggenggam parang dan sekam

sepatuku besi dan bajuku kulit alami

kami maju dengan kaki tertanam, terbenam angan

memang ada aku diantara kalian, satu aku sejuta kalian

Lagu “Lurus Ke depan” ada di album mereka “Duka Kuda” yang direkam di sebuah stasiun radio amatir dan ada beberapa lagu seperti ”Hantam Arang”, “Ilalang Hilang”, “Hantu Laut”, “Kapan Kapan Kapan”.

The Kuda memulai karir sebagai band yang tidak terikat oleh sebuah bentuk musik atau genre apapun dalam musik. Meskipun di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya, banyak band bermunculan dan menjadi terkenal dan populer pada saat itu. Sementara itu, The Kuda berani untuk menciptakan sebuah “gerakan” dengan sendirinya dan bergandengan tangan dengan beberapa band lain untuk tampil dalam satu panggung dalam acara di kampus mana Amir, Charlie dan Eko sedang kuliah disana. Lirik lagu The Kuda dikemas kritis, mereka juga memberi pesan dan memprotes dunia komersial dan kapitalis yang memanipulasi pembangunan di Indonesia pada waktu itu, khususnya di Jakarta….

Band Underground era 70an ini ibarat mesin waktu, baik attitudenya, tata dan gaya bahasa yang digunakan, celotehan, tingkah pola dan aksi panggung. Begitu juga dengan sosok  personil dibalik nama The Kuda itu sendiri. Satu hal yang jadi pertanyaan adalah, jika memang mereka benar band progresif-protopunk underground yang lahir tahun 70an, kok bisa ngga tua-tua??, live performance lagi!!, panjang  umurkah? pake ilmu sihirkah??Atau dikasi tiket gratis pulang-pergi masuk blackhole sama alien?? Apa mereka layaknya kisah kontroversial John Doe kaya di Amerika sanadaaaan, yang paling penting dari semuanya adalah…percayakah kalian dengan tulisan ini??terserah kalian…

*Via http://www.kaskus.co.id/thread/5281c081fdca17f008000001/wajah-musik-underground-indonesia-era-70

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner