THE PRUXX, Me-Revolusi Rock Purba Modern

THE PRUXX, Me-Revolusi Rock Purba Modern

Bagi Pattas Patar, Aditya Danudja, Dimas Surya dan Neil Muhammad bermusik adalah panggilan jiwa. Dikala banyak orang memutuskan membentuk sebuah band untuk menarik perhatian orang-orang atau lawan jenis, keempat pemuda ini memutuskan untuk membentuk sebuah band sesimpel hanya untuk bersenang-senang dengan teriakan nada-nada mereka sendiri.

Semua itu dimulai saat keempat remaja ini bertemu di sela-sela jam pelajaran di kantin SMAN 19 Bandung pada tahun 2012; dimana mereka sering membicarakan band-band punk seperti Rancid, Ramones, The Clash, Cock Sparrer, sampai The Sex Pistols. Aditya Danudja (Didit) saat itu berpikir untuk membentuk sebuah band berkarakter punk dengan mengajak Neil, Dimas dan Pattas. Dari situlah tercetus sebuah band bernama “Freeman” beranggotakan, Pattas diposisi vokal/gitar, Didit diposisi lead gitar, Dimas sebagai pembetot bass dan Neil sebagai penggebuk drum.

Dibawah nama ‘Freeman’ mereka telah mencicipi beberapa panggung di kota Bandung maupun di ibukota Jakarta. Setelah menghabiskan hampir setahun lebih sebagai band coveran band-band punk rock 70-90an, mereka berpikir untuk membuat karya mereka sendiri. Dari sinilah proses pendewasaan musik dari keempat pemuda ini dimulai.

Setelah menerima kabar bahwa ada band Amerika bernamakan ‘Freeman’ yang notabene sama seperti mereka merilis album; Pattas, Didit, Dimas dan Neil pun memutuskan untuk menggunakan identitas baru sebagai “The Pruxx”. Dengan identitas baru inilah The Pruxx mulai menghasilkan karya-karya mereka sendiri.

Dengan banyaknya referensi musik yang mereka dengarkan seiring berjalannya waktu, The Pruxx tidak terpatokkan lagi dengan musik punk yang sudah selama ini melekat dengan mereka. Berdasarkan influences dari berbagai macam genre seperti hard rock, blues rock sampai heavy metal, The Pruxx berani untuk menciptakan 12 lagu yang memiliki suasana yang berbeda dari satu lagu dengan lagu yang lainnya.

Pada akhir September 2014, 12 demo lagu tersebut resmi dilepaskan ke khalayak, khususnya kepada mereka yang memang mau mendengarkan musik The Pruxx. Ke-12 demo lagu ini adalah murni self-producing dari The Pruxx sendiri dari proses recording, mixing hingga mastering.

Secara keseluruhan 12 demo lagu dari The Pruxx ini adalah hasil fusion dari berbagai genre yang telah mereka geluti selama ini. Dimulai dari “Freeman For Sale” dan “Sing It Loud” yang mengingatkan pendengar akan riff-riff ringan ala The Beatles pada fase awal, Elvis Presley ataupun The Clash sampai “No Fuzz” dan “Mixdown 7” yang cukup kental dengan pengaruh hard rock/heavy metal di era 70an yang tersamatkan pada band-band legendaris seperti Black Sabbath dan Led Zeppelin.

Dari ke-12 demo lagu tersebut The Pruxx mungkin akan cukup sulit untuk dikategorisasikan kedalam satu jenis varian/genre musik tertentu. Namun dari situlah The Pruxx tidak pernah membatasi diri mereka untuk mengeksplorasi musik ke step-step selanjutnya.

Semua dari 12 demo lagu The Pruxx tersedia di Soundcloud page mereka dengan link dibawah ini

Social Media :

Twitter         : @ThePruxx

Instagram    : @thepruxx

E-mail :

thepruxx@gmail.com / pattas.patar@gmail.com

Contact Person :

+62 856-2473-9446 (Galang), +62 853-1414-7373 (Pattas)

Oleh: Karel

Foto: The Pruxx Docs.

 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner