The Rising Star, Demigod

The Rising Star, Demigod

Perkembangan musik underground kota Sumedang barangkali geliatnya masih kurang menggigit ketimbang kota-kota yang dianggap sebagai kutub utama patron musik nasional macam Bandung, Yogyakarta, Surabaya, atau Jakarta. Tak banyak kita mendengar gaung amunisi-amunisi andal dari daerah yang kerap mendapat julukan sebagai kota ‘Tahu’ ini.

Namun, dibalik bayangan dari kota-kota besar penghasil musik underground, ada satu nama yang kami kira patut anda waspadai, mereka adalah Demigod. Meski lahir dari sebuah daerah kecil bernama Tanjungsari, namun kreatifitas mereka dalam bermusik patut mendapat atensi lebih.

Musik mereka mengalun sadis dengan iringan distorsi yang menyalak tajam. Nuansa brutal hasil sparing dua gitar pun terdengar harmonis dengan not-not rapat, belum lagi hantaman blasting drum merentet tanpa ampun, yang seakan menjadi bumbu utama deathmetal yang coba mereka sajikan untuk menggilas telinga anda.

Band yang masih berumur tujuh tahun ini, pertama kali bergerilya dengan melepas beberapa nomor lagu macam “Cadas Pangeran”, “Bunuh Diri”, “Beneath Insanity”, dan  “Schizofrenia”. Tanpa diduga-duga keempat lagu tersebut pun melaju sebagai pembuka jalur mereka untuk mendapat kesempatan menghentak berbagai hajatan metal di beberapa wilayah Indonesia.

Kini, band yang diusung oleh Aghy R Purakusuma (vokal), Reduan Imanuel (gitar), Hamzah Amirudin (gitar), Rizalu Ramadhan (drum), dan Rizal Humbaran (bass) ini telah memiliki satu diskograpi sakral berbentuk mini album bertitle “Birth Of The Damned” , yang mereka lepas pada tahun 2013 lalu.

Contact :

http://www.reverbnation.com/demigodindonesia

https://www.youtube.com/channel/UCuLt2qAC4YQ4lQdVKIgI6GQ

https://www.facebook.com/demigod.indonesia

https://twitter.com/Demigod_IND

Photo : Demigod docs and Djarumcoklat docs

(Septian Nugraha)

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner