The Spektakuler No Wave-Art Punk-Noise Rock

The Spektakuler No Wave-Art Punk-Noise Rock

The Spektakuler (sebuah “super-group” yang merupakan hasil merger dari Black Ribbon dan Demi Tuhan, dua band yang cukup berpengaruh di scene experimental / indie-music di kota Yogyakarta. Individu-individu di dalamnya pun adalah orang-orang yang berdedikasi penuh, entah itu di scene musik independen lokal maupun di scene seni kontemporer lokal), kumpulan seni-boy yang bermain-main dengan media musik, bermodalkan semangat nihilisme punk-rock.

Konsep dari The Spektakuler adalah interpretasi musik dari teks dan gambar yang ada di blog http://thespektakuler.tumblr.com. Dimana teks dan gambar di blog tersebut bertemakan fenomena sosial-politik-ekonomi-budaya lokal yang gagal dan menyimpang. Gimmick ‘kitsch’ yang diciptakan oleh The Spektakuler pun tergolong unik. Ketika band-band industri di televisi berusaha untuk tampil “cool” namun malah berakhir menjadi “alay”. Sementara kasus The Spektakuler adalah sebaliknya, mereka berusaha untuk tampil “alay” tapi berakhir menjadi “cool”!

Untuk musik, The Spektakuler menggarapnya memakai konsep jam-band, tapi dengan skill seadanya ala punk-rock: musik tiga kord yang minimalis dan monoton berbalutkan eksperimentasi noise yang super-bising. Juga lirik-lirik repetitif mereka yang singalong-able dan diambil dari “koran-koran kuning”. Sepertinya The Spektakuler bisa merangkum segala kejanggalan musik dari Suicide, kharisma dari Lou Reed, keliaran aksi panggung dari The Stooges & lirik-lirik cerdas dari Jello Biafra! Bagaimana tidak? Bayangkan saja, saat ini mana ada band lokal yang menulis lirik “Racikan kemangi, vagina wangi, Viagra corporation!”

Mungkin beberapa dari kalian bakal menyebut rekaman ini sebagai no-wave / art-punk / noise-rock / or whatever, tapi bagi kami  mereka tetaplah punk-rock. Karena musik yang dimainkan oleh The Spektakuler itu terasa jujur, tanpa berniat untuk mengkopi gaya dari kelompok musik tertentu. Output yang keluar pun terasa bebas, sesuai dengan alur intuisi seni yang mereka kerjakan di The Spektakuler: tidak mengenal batasan. Tapi mengapa saya banyak menulis kata “punk-rock” di sini? Mungkin karena itulah hal terjujur yang saya rasakan ketika mendengarkan EP ini. Jadi mari rasakan bersama-sama, sajian punk-rock ala The Spektakuler dengan campuran Monosodium Glutamat takaran tinggi!…

THE SPEKTAKULER:

Edwin Dolly Roseno: Drums

Iyok Prayogo: Gitar Elektrik

Krisna Widhiatama: FX

Uji Handoko: Vokal, FX

Wok The Rock: Vokal, Bas Elektrik

 

Disadur dari : (Dede) Wastedrockers. *Via : http://yesnowave.com/yesno046/

Foto : http://yesnowave.com/yesno046/ http://thespektakuler.tumblr.com/ http://www.last.fm/music/The+Spektakuler/+images/

Facebook : https://www.facebook.com/thespektakuler

Band link : http://www.last.fm/music/The+Spektakuler/

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner