The Sugar Spun dan Seribu Pikiran Kecil di Kepala
Di era 4.0. Kemanakah arah tamadun yang kita tuju?
Dengan semakin terbukanya keran informasi yang begitu deras, teknologi tak terbatas, mendekatkan yang jauh – yang dekat perlahan menjauh – luasnya dunia seketika dalam genggaman. Dituntut banyaknya kebutuhan dalam hidup semakin meningkat, dari yang sifatnya mendasar, sampai urusan bersenang-senang. Kebutuhan primer, sekunder, tersier menjadi abu-abu dan snap! terjadilah gelombang cemas masal. Kegelisahan jiwa yang awam menimpa individu-individu eksentrik, merasa tak ada yang mengerti hingga merasa terisolasi. Atas nama kemajuan zaman, kini kegelisahan itu bisa menyerang siapa saja.
Cerita-cerita itu oleh The Sugar Spun dikemas menjadi satu buah debut album perdana. Menjadikan mereka gembala yang tepat menggiring jiwa-jiwa itu untuk merayakannya bersama. Melewati pekatnya malam yang nyaris sempurna. Menuju dini hari. Berulang-ulang.
Interpretasi saya terhadap musik The Sugar Spun lewat single “Madhouse” yang dipilih sebagai penutup debut album perdana A Thousand Tiny Thoughts, adalah bagaimana musik mereka ditanamkan dengan sangat organik. Dibuat segenap hati di tengah ketidakpastian situasi. Mencitrakan geliat segala resah psikososial muda-mudi kiwari. Menyusul efek dari pagebluk, kerentanan jiwa akibat lomba gengsi, ditambah serangan senyap media sosial dengan segala lika-likunya yang aneh untuk dicerna nalar, lalu larut dalam perasaan teralienasi hingga mampu memicu rentetan psikosis akut dalam diri.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan Buzzfeed, Anne Helen Petersen memaparkan bagaimana generasi milenial yang lahir antara 1981 dan 1996 kini telah berubah menjadi 'burnout generation' atau kelompok orang yang psikologisnya terbeban berat. Kelesuan psikologis para milenial, disebut Petersen dilandasi sejumlah konsekuensi kejam dari situasi mental dan fisik. Penulis kolom budaya dan pengisi kolom opini di The New York Times tersebut mengidentifikasi keadaan yang disebutnya sebagai paralysis singkat, yakni kondisi yang ditandai pergulatan hebat seseorang bahkan saat hanya mengerjakan hal sederhana sekalipun.
Comments (0)