The Sugar Spun dan Seribu Pikiran Kecil di Kepala
Gejala Pemuda Kehilangan Ilusi
Manusia-manusia modern mengimbit. Mencari suaka, perlindungan dan pengampunan, konstan melarikan diri dari rasa sakit dan depresi mental. Mencari jalan menuju sehat jiwa yang sembunyi.
Bertemakan self isolation, single “Madhouse” menceritakan tentang betapa mengerikannya efek mengurung diri sendiri, dan sulitnya memisahkan antara realita dan khayalan. Lagu ini seakan-akan membawa kita kedalam rumah sakit jiwa. "When I'm alone they come and break what's inside my head / I look like a freak" salah satu penggalan lirik lagu “Madhouse” yang menggambarkan momen overthinking seseorang pada saat sendiri. Saya juga mengalami ini ketika divonis positif setahun yang lalu. Sebagai penyintas, saat sakit dan paska sembuh justru yang terberat.
Walaupun trek ini membahas hal yang cukup depresif, namun pendekatan sound yang The Sugar Spun pakai justru tidak lantas diselimuti bayangan suram dan depresif. Mereka mencoba melantangkan perbedaan yang signifikan dengan nada-nada yang cukup uplifting dan powerful. Pengerjaan artwork “Madhouse” dikerjakan oleh Marie Muhammad (Araloka Studio). Tampilan visual yang dibuat sang illustrator seketika itu juga membuat penasaran dan ingin segera mendengarkannya satu album penuh, tanpa jeda.
The Sugar Spun memutuskan untuk merilis debut full-length mereka berjudul A Thousand Tiny Thoughts melalui The Storefront – sebuah platform independen dari bunyi manifestonya menyebut, “No intermediary, no anything, just us, people in the independent industry, boosting each other”. Tidak ada yang salah soal ini. Justru bagus, saling sokong antara para seniman, pemusik dan apresiator berlatar belakang multi disiplin didalamnya. Sekedar diketahui saja, single “Madhouse” sendiri sudah mengudara sejak Jumat, 24 September, 2021 lalu di semua platform digital. Full-length-nya juga menampilkan sejumlah nama baru sebagai artis yang berkolaborasi, seperti Jasmine Risach dan Sbplusix.
Setuju dengan apa yang disampaikan oleh The Sugar Spun tentang LP debut mereka via siaran pers:
“Menjelajahi kausalitas dan efek kupu-kupu dari isolasi diri, ‘A Thousand Tiny Thoughts’ adalah album konsep yang berisi 10 lagu yang dimaksudkan untuk mengingatkan dan/atau menginformasikan kepada orang-orang tentang apa yang dapat dihasilkan oleh isolasi diri. Merenggangnya hubungan antara orang-orang yang dianggap dekat, terisolasi tanpa batas, hal-hal kecil yang kemungkinan besar akan mengganggu jiwa, perpisahan, pertumbuhan, perkembangan dan hal-hal yang kita anggap remeh ternyata malah sebaliknya. Album itu sendiri adalah perjalanan emosional melalui taman hiburan yang cerah namun terkadang mendung, penuh dengan lika-liku dan kejutan—'perjalanan' pribadi yang dapat Anda nikmati kapan saja.”
Apakah saat ini, anda para pendengar merasakan gejala kehilangan ilusi yang serupa?
Comments (0)