Tingkah Genit Gitar Yang Menari Dalam Irama Lain Blues

Tingkah Genit Gitar Yang Menari Dalam Irama Lain Blues

Lirik-lirik nakal yang dibuat oleh Lain Blues mereka kemas dengan renyahnya suara gitar crunch, khas musik blues dan rock n roll, yang disepanjang lagu dimainkan dengan tingkah genit suara gitar yang bersinergi dengan komposisi musiknya

Apa yang pertama terlintas ketika mendengar musik blues? Musik yang menurut Jimi Hendrix dengan istilah “easy to play, hard to feel” ini punya daya magis tersendiri, apalagi jika menilik pada pola permainan musisi yang memainkan genre ini, yang penuh dengan hasrat, atau sering diistilahkan dengan sebutan musik “ngesoul” , karena seksinya notasi musik blues ketika dimainkan. Patahan nada dan ritmis yang bersinergi dalam ruang lingkup pendengaran hingga mencapai klimaks, dan menjadi eargasm. Maka agaknya tidak berlebihan jika musik blues ini memang harus punya isian yang berasal dari jiwa tiap musisi yang memainkannya.

Hal itupula yang melatarbelakangi sebuah grup musik asal Cianjur bernama Lain Blues. Berawal dari tongkrongan musik di daerah Cianjur pada tahun 2012, para pemuda penyuka musik yang “ngesoul” ini sering nongkrong dan Jamming bareng. Ada Lindan, seorang gitaris yang juga seorang vokalis ini, menemukan tandem bermain musik dengan Aldi, yang piawai memainkan Bass. Mereka ada disatu frekuensi yang sama, ketika keduanya ada dalam satu pemahaman dalam bermusik yaitu Ngeblues.

Karena seringnya nongkrong dan jamming bersama itulah, kedua musisi sepakat membentuk band dengan nama Lain Blues. Namun duo gitaris dan bassis saja tentunya dirasa kurang, kala musik yang mereka buat butuh fondasi dalam bangunan komposisi musiknya. Maka hal yang dilakukan keduanya adalah mencari seorang drumer, guna memantapkan fondasi musik yang mereka akan buat.

Adalah Ikhsan sang penabuh drum saat itu, yang dinilai punya frekuensi dan ketertarikan yang sama dengan musik blues. Dari sana mereka mulai punya misi dan visi untuk keseriusan bermusik, dengan menggarap beberapa lagu sendiri. Namun di tahun 2015 Ikhsan mengundurkan diri karena kesibukan untuk melanjutkan study nya.

Keluarnya Ikhsan tidak membuat Lain Blues menunggu lama untuk mencari penggantinya. Setelah beberapa penilaian dan pengamatan, mereka mendapatkan seorang penabuh drum, yang dianggap cocok dengan karakter musik Lain Blues. Orang tersebut adalah RM Irfan yang mengisi kekosongan yang ditinggalkan Ikhsan, dan sampai saat ini RM Irfan terus eksis bersama Lain Blues, dan Lain Blues menambah satu personil lagi yaitu M.Yusuf Rizal, sebagai gitaris, agar bisa memberikan ruang bagi sang vokalis untuk bernyanyi.

Lagu-lagu yang dihasilkan oleh Lain Blues ini terbilang punya kesan “nakal”, terutama pada liriknya, seperti misalnya dalam lagu mereka yang berjudul “Aku Ingin Korupsi”, ataupun lagu “Mother Lieur”. Sebuah lagu yang menggunakan gaya bahasa bilingual Inggris dan Sunda, pada penggunana judul “Mother Lieur”. Lirik-lirik nakal tersebut mereka kemas dengan renyahnya suara gitar crunch, khas musik blues dan rock n roll, yang disepanjang lagu dimainkan dengan pola dan “tingkah” genit, dari mulai patahan ritmisnya sampai melodi dengan lick gitar yang mudah melekat. Pola-pola musik seperti itu terasa provokatif mengajak pendengarnya ikut larut dalam irama musik yang Lain Blues mainkan. 

Musikalitas yang mumpuni dari Lain Blues ini, tentunya hanya akan menjadi karangan dan isapan jempol belaka, andai tidak dibuktikan dengan penampilan Live mereka di panggung. Dan hal ini secara gamblang akan mereka tunjukan bagaimana musikalitas mereka diatas panggung, dalam gelaran yang bertajuk "Bhineka Tunggal Ika", dimana didalamnya terdapat dua panggung, yang terdiri dari panggung band Jasad, sebuah raksasa death metal dari Ujung Berung, dan panggung untuk band-band Shout Out, yang potensial dari Cianjur, salah satunya band Lain Blues ini.

Bersama dengan beberapa band potensial lainnya dari Cianjur, Lain Blues akan berbagi panggung, dan menunjukan kebolehannya bermain musik pada tanggal 12 Januari 2018 ini, di sebuah gelaran yang tidak hanya menarik dari segi konsepnya, namun juga punya isian lebih, terutama dalam hal mengangkat potensi musikalitas dari tiap daerah di Indonesia. Adapun acara ini juga sejalan dengan semangat keberagaman, dengan harmoni yang selaras, dan disatukan atas nama musik. Dua buah panggung dengan parade band-band pilihan didalam satu gelaran, tentunya tidak ingin dilewatkan begitu saja bukan? . 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner