Totally Rebellious! AKSITERROR
Aksiterror. Dengan dua kata yang ditulis sambung tapi tak sumbang, dengan dua huruf R di tengah. Jangan sampai salah. Karena itu penting. Mereka dibentuk dua belas tahun lalu oleh lima pelajar yang tidak betah mengikuti pelajaran Sekolah Menengah Atas. Ditambah lagi harus diperintah-perintah oleh para guru super galak. Saat itu bagi mereka, melompati dinding kelas, merokok diam-diam di kamar mandi atau menyelinap keluar saat pelajaran akuntasi jauh lebih sering dilakukan dan lebih pantas untuk diperjuangkan. Atau bahkan tawuran bisa jadi lebih menantang dibanding todongan pertanyaan tentang kalkulus dan ocehan cara reproduksi katak.
Tentu saja, bagi mereka, masuk, menyewa studio latihan untuk berkutat berjam-jam di dalamnya terasa lebih penting daripada mengikuti pelatihan sandi morse pada ekstrakurikuler pramuka. Semuanya itu dilakukan secara sporadik, otodidak, serta tak kenal waktu – persetan matematika, persetan pekerjaan rumah sialan, persetan lonceng jam tujuh pagi, persetan seragam upacara bendera, persetan guru bimbingan karir. Mereka, jelas, disatukan oleh musik!

Pada usia tujuh belas itu juga mereka mulai mencoba menulis hardcore-hardcore lugu picisan milik sendiri, yang rasanya sekarang terlalu bodoh untuk dibawakan lagi di atas panggung. Tapi dari situlah semuanya berangkat: di tahun itu pula dua lagu masuk album kompilasi Ressurection, dan main di berbagai gig, dari patungan, pinggiran sampai gratisan yang menempa mental, pengalaman dan pembakaran – gepengan lokal.
Kemudian, setelah melalui bongkar pasang, perubahan warna dan pencarian identitas yang cukup rumit, mereka menemukan apa yang dibutuhkan untuk menemukan inti diri mereka sendiri, Aksiterror terdiri empat orang br*ngs*k yang benci akan sistem ‘kerapihan’ di dunia, yakni Anto Dwi Heryono, Rio Tantomo, Kamandika Yuda, dan Jeremiah Febrian.
Dan pada dasarnya juga anak-anak ini terlalu serampang, seenaknya pun malas dan memuja kebebasan, sehingga baru di tahun ini, dua belas tahun setelah 2002, menerbitkan apa yang disebut sebagai debut. Album penuh pertama berisi sebelas lagu, yang merupakan catatan kedua belas tahun perjalanan penuh kecintaan, keraguan, kesetiaan, kemenangan, kegilaan, keributan, ketinggian, keresahan, kerendahan, keterasingan, keberengsekkan, kebingungan, kemarahan, kedamaian, dan kecanduan.

Kesebelas lagunya mulai ditulis secara efektif pada tahun 2008. Namun, seperti kata mereka, tentu saja ada banyak hal yang terjadi selama kurun waktu tersebut yang membentuk dan melahirkan karakter. Krisis, macet, buntu, bosan, muak, bara semangat dan dedikasi. Sebuah proses takdir, sebelum akhirnya dia datang untuk dijemput. Sendiri, oleh mereka berempat. Sebuah penyatuan akan saudara, darah, ritual, generator anarki; t*h* kucing dan penuangan g**** di dalam b**g keterpurukan.
Contact:
Oleh: Karel
Foto: Aksiterror Docs.
Comments (0)