Transprose : Mengubah Novel Menjadi Musik
Seorang musisi dan seniman asal New York, Hannah Davis memimpin sebuah proyek yang dinamakan Transprose, yang adalah sebuah proyek berkemampuan menerjemahkan novel atau literatur menjadi musik. Banyak kalangan menilai, Transprose digambarkan sebagai program yang menemukan emosi dari sebuah novel, dan secara programatikal membuat musik yang berdasarkan nilai-emosi dari novel tersebut.
Hannah Davis sendiri sudah sejaka lama memiliki ketertarikan terhadap desain visual, dan dibantu oleh rekannya, Saif Mohammad (Research Officer, National Research Canada) mencoba merefleksikan mimpi ‘kecilnya’ menjadi kenyataan. Dimulai dari tahap penelitian berupa proses ‘Bahasa’, Lexical Semantic, yang disusul dengan pengembangan model untuk mendeteksi emosi, kumpulan warna, jarak semantic dan hubungan Lexical Semantic seperti anatomi hurufiah pada musik. Hal-hal itulah yang nantinya mampu mengeksplorasi bagaimana buku novel dapat diterjemahkan dengan baik dalam sebuah komposisi musik.
Secara garis besar, proyek ini memiliki dua pertanyaan; Yang pertama, apakah perasaan emosional yang terdapat dalam novel dapat diterjemahkan dengan cermat ke dalam komposisi musik? Lalu yang kedua, dapatkah musik itu diperdengerkan ke publik?
Hannah Davis pun angkat bicara, dalam satu presentasinya, Davis berkata kepada audiens, mengenai bagaimana hal itu sedang terus dilakukan dan diperbaiki, untuk meningkatkan kompleksitas, urutan dan akurasi emosional. Hasilnya saat ini, Transprose menentukan kepadatan delapan emosi berbeda, dan menghasilkan dua status berbeda, positif dan negative, pada semua novel yang sudah dipecah menjadi komposisi musik. Dimana emosi meliputi sukacita, rasa sedih, marah, gangguan emosi, antisipasi, rasa terkejut, kepercayaan, dan rasa takut. Novel yang diproses pun meliputi beberapa novel abad awal, abad pertengahan, dan zaman modern. Hal ini meliputi, tempo, kunci, notasi, oktaf dan elemen lain pada komposisi ‘musik novel’ tersebut.
Cara kerja Transprose sendiri dilakukan dalam tiga langkah; Menganalisa teks, dan menghasilkan sebuah profil emosi, yang terkumpulan dalam teori statistik, akan kehadiran kata-kata yang mengandung emosi dalam sebuah text. Kedua, meneliti profil emosi yang mampu menghasilkan nilai-nilai untuk tempo, skala, oktaf, notasi dan urutan notasi. Lalu yang ketiga, penggunaan aplikasi JFugue, open source java API yang berfungsi sebagai program musik sehingga dapat menghasilkan file suara yang layak didengar oleh public.
Hal di atas disampaikan Hannah Davis dan Saif Mohammad dalam presentasi mereka “Menghasilkan Musik dari Sastra” di European Chapter of The Association for Computional Linguistic disingkat EACl, di Gothenburg, Swedia. Mereka berkata, system ini mampu menghasilkan musik berdasarkan penggunaan kata-kata yang mengandung “emosi” yang terdapat dalam novel.
Sumber : http://compusiciannews.com
Foto :
http://thecreatorsproject.vice.com
Website : http://www.musicfromtext.com/
Comments (0)