Trio EnRio, Pengocok Jiwa Hingga Pening Kepala :)

Trio EnRio, Pengocok Jiwa Hingga Pening Kepala :)

Setelah Sungsang Lebam Telak, Tomorrow People Ensemble, dan Kvltivasi, kini skena free-jazz / avant garde lokal memiliki generasi baru yang patut diperhitungkan, mereka adalah Trio EnRio. Mereka  adalah sebuah trio free-jazz  / avant-jazz / punk-jazz / experimental-rock asal Yogyakarta.

Dalam bahasannya di sebuah blog dari net label yang merilis EP pertamanya, “Terjebak Dalam Idiom Kebodohan Repetitif”, Ear Alert Records. Trio kolektif kobaran nada yang memasukkan diri mereka sendiri ke dalam kamar Free Jazz, yang mana tidak dapat dipungkiri keberadaannya di ibu pertiwi kita ini diprakarsai oleh kolektif serupa macam  Sungsang Lebam Telak, yang kemudian kita ketahui sendiri keberadaannya sebagai pengikrar kesatuan bunyi Free Jazz yang juga berasal dari Yogyaakrta (seperti Trio EnRio. red.), yang dengan semangat Jazz Mafioso-nya berhasil meneror tiap hajatan yang dihayatinya, Kultivasi.

Sudah-sudah, hentikan dulu diskusi apa itu serius dan apa itu bukan serius, pandangi saja air sungai yang mengalir dari hulu ke hilir itu, sama halnya dengan air kencing yang turun dari penis ke lubang kloset, mulut-mulut dan kata-kata itu. Ya, lalu mungkin jika kami diperbolehkan untuk mencoba menjelaskan dan menjabarkan, dalam hal perekaman keluaran penyatuan bunyi. Trio EnRio memiliki 'semangat' tersendiri untuk membuatnya tampak begitu segar dan jelas di pendengaran melalui kualitas rekaman yang terbilang mumpuni atau resik. Tampak pula perbedaan dari tiap lagu yang dihimpun dalam demo kolektif Trio EnRio yaitu durasi tiap tembang yang tampak tidak tanggung dan terlihat amat dilakukan dengan bebas, pelepasan jala-jala pikiran yang terjun dari ujung jurang menuju liang lembut tempat bunyi mewujudkan kehendak jala-jala pikiran yang dilepaskan oleh tiap individu yang tergabung dalam kolektif tersebut. Yang mana mereka adalah manusia, memiliki dua tangan, tiap-tiapnya memiliki satu otak, dua mata, dan dua corong telinga yang terus tiada henti berkoordinasi dan berkompromi dengan bunyi untuk menuju suatu mufakat sampai bulat dan tercapai sudah kepuasan.

Dari tiap tatanan komposisi yang ada dari tiap tembang yang mereka ciptakan, tampak satu ciptaan yang menurut kami tampak cukup menonjol dari kedua tembang yang lain, yaitu tembang "Sirkumstansi Diskognitif". Yang mana apabila kami mencoba untuk mengaitkan dan menerjemahkan apa yang menjadi getaran yang ingin digetarkan oleh Trio EnRio melalui tembang tersebut adalah tiap kocokan yang terjadi pada tatanan kehidupan yang stabil, sebut saja kecelakaan, seperti manusia yang disurupi oleh makhluk gaib yang bernama epilepsi, yang berhasil memberi kocokan yang sakit dan membanjiri dengan lendir-lendir putih pada tiap kestabilan gerak tubuh dan keteraturan inderawi yang dikehendaki oleh tiap manusia. Suatu penggambaran keadaan yang tadinya diam, menjadi tidak diam, seperti gempa bumi, tidak beraturan, mengguncang, dan menghasilkan kerusakkan. Sungguh menyenangkan, kami senang sekali dengan tembang ini. Sungguh menantang, berenergi, dan merusak sepi. Inilah apa yang kami rasa kolektif ini coba lakukan, tidak perlu basa-basi itu dan ini, mereka hanya ingin mewarnai, dengan tembang-tembang yang lahir dari fantasi. Berdasarkan kebiasaan dari kompromi dan basa-basi yang meledak gesekanya dari tiap hubungan yang dialami oleh para anggota dari band ini, mungkin ini adalah ledakan gesekan itu, ular-ular yang menari, pelangi-pelangi yang menukik curam jatuh ke bumi. Band free-jazz ini juga mengaku terinspirasi oleh Cecil Taylor, Ornette Coleman, The Peter Brotzmann Octet, Sungsang Lebam Telak dan Kvltivasi. “Terjebak Dalam Idiom Kebodohan Repetitif” mungkin adalah salah satu rilisan lokal tahun ini yang cukup segar dan membuat kepala ini berpikir lebih keras. Puyenggg nih pala, duh mama sayang’e!

Contact:

www.earalertrecords.blogspot.com

Oleh: Karel

Foto: Ear Alert Records Blogspot

Sumber: Wasted Rockers, Ear Alert Records

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner