TwoDecadesofAggression - Menambah Catatan Sejarah Dunia Musik Bawah Tanah (Part II)

Panggung kembali disorot. Kali ini, Beside dengan formasi terbaru kembali tampil untuk membawakan "Eleven Heroes" dan "Under Hollow". Saat membawakan "Under Hollow", video klip diputarkan di sisi panggung sehingga menambah esensi penampilan mereka yang tanpa ampun "menyiksa" penonton untuk tidak berhenti meluapkan hasratnya di tengah moshpit. Dua lagu dibawakan, panggung kembali gelap, dan video terakhir diputar. Inilah saat di mana perjalanan Beside selama 20 tahun diganjar dengan pengalaman berharga ketika berangkat ke Jerman bagian Utara. Pada 2 Agustus 2017 lalu, mereka tampil di Wacken Metal Battle, sub-program di festival heavy metal terbesar di dunia, Wacken Open Air, Jerman. Pada video ini, terlihat juga sambutan yang antusias untuk Beside dari belahan dunia yang jauh dari Indonesia, dan Beside mendapat sorotan yang sangat luar biasa dari media musik dunia. Pengalaman yang tidak masuk pada ekspektasi awal Beside, pengalaman yang seolah menjadi hadiah terbesar setelah Beside "dibanting keras" di ranah ini, dan hadiah atas usaha mereka untuk tetap kokoh sebagai satu entitas.


Usai video, terlihat penampilan dari satu orang gitaris Beside. Bokir ada di tengah panggung, seorang diri, dan melakukan solo guitar. Bergantian, Roy, Hinhin Akew, dan Ichad pun melakukan solo guitar seperti yang dilakukan Bokir sebelumnya. Ini adalah pengalaman pertama untuk Ichad, dan hanya di konser inilah penampilan seperti ini dapat disaksikan. Dengan karakter masing-masing, mereka memukau penonton sebelum mereka kembali menghajar penonton dengan lagu paling kontroversial, bersejarah, dan paling dikenal dalam nama "Beside". Setelah empat gitaris handal bertukar bagian, sembilan orang keluarga Beside naik ke atas panggung. Dua vokalis, yaitu Agrog dan Owank, empat gitaris yaitu Bokir, Roy, Ichad, dan Hinhin Akew, dua bassist yaitu Izal dan Paneu, dan drummer Bebi membawakan "Aku Adalah Tuhan".


Sentak, lagu ini langsung membuat kerumunan penonton beralih fungsi menjadi "arena pertempuran". Lagu yang paling ditunggu sejak awal penampilan menyulut energi dan membuat malam itu semakin panas. Bukan hanya panas, mereka dibakar habis-habisan. Sebuah lagu yang sangat mengidentifikasi Beside dan dibawakan oleh dua generasi dalam tubuh Beside tentu membuat penonton tak dapat menolak untuk bersenang-senang, merasakan luapan emosi yang Beside ungkapkan, merasuki semua jiwa yang hadir malam itu. Inilah puncaknya, puncak yang sangat ditunggu, sejarah yang dilagukan, sejarah yang disuarakan, sejarah yang diteriakkan.
"Aku Adalah Tuhan" selesai dibawakan. Panggung tiba-tiba dipenuhi teman-teman dari komunitas Ujungberung, Exterminator Bandung dan Lampung, dan membawa dua buah kue ulang tahun ke atas panggung. Satu kue berukuran 100 cm x 60 cm dengan foto personil Beside di atasnya, dan sebuah kue dengan dekorasi artwork "Two Decades of Aggression Concert", dihiasi lilin-lilin batangan maupun angka 20 menempati tengah panggung, menanti puncak selebrasi Beside. Entah berapa orang ada di atas panggung saat itu, mungkin 30 atau bahkan lebih. Mereka bernyanyi selamat ulang tahun, dan Beside langsung maju dan memberi ucapan terima kasih, untuk teman-teman, untuk para penonton, mengucapkan doa dan harapan dan langsung meniup lilin-lilin itu.

Comments (0)