Wow, Layanan Spotify Akan Terjang Indonesia
Sebuah kabar menyenangkan telah mendarat di Tanah Air, khususnya untuk pecinta musik dan teknologi. Ya, layanan streaming musik asal Swedia bernama Spotify, secara resmi mengumumkan akan segera masuk di Indonesia. Layanan Spotify mulai bisa dinikmati di Indonesia terhitung mulai 30 Maret nanti.
Sebelumya, pengumuman ini dikemukakan pada pekan lalu waktu Indonesia, yakni melalui akun Twitter dan Facebook resmi milik Spotify. Spotify sudah lebih dari dua tahun masuk ke dalam pasar Asia. Bila mengutip situs Hypetrak, selain Indonesia, Spotify juga akan segera rilis di Negeri Sakura, Jepang.
Namun, hingga kabar ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi berapa harga keanggotanan tiap bulan yang akan diterapkan untuk pasar Indonesia. Sebagai pembanding, biaya bulanan yang diterapkan oleh Apple Music sebesar Rp 69.000 per bulannya. Sementara layanan Joox mematok biaya bulanan Rp 49.000. Bisa diperkirakan harga yang diterapkan oleh Spotify tidak akan jauh dari kisaran tersebut.
Kehadiran Spotify sudah amat ditunggu-tunggu oleh para penikmat musik, terutama yang sudah terbiasa menggunakan layanan streaming musik. Semenjak Apple Music hadir di Indonesia pada pertengahan 2015, banyak kalangan yang semakin yakin bahwa Spotify juga akan hadir di Indonesia. Kehadiran Spotify semakin membuat panas pasar streaming musik di Indonesia yang susah terlebih dahulu diisi oleh Deezer, Guvera, Joox, dan Apple Music. Saat ini, layanan Spotify sudah memiliki jumlah pengguna mencapai angka 75 juta.

Dalam hal penggunaan, lagu-lagu yang berada dalam Spotify diputar dalam format Vorbis, berbeda dengan Apple Music yang mengandalkan format MP4 audio, atau Deezer yang menyediakan opsi FLAC. Khusus untuk pelanggan berbayarnya kelak, Spotify menyediakan lagu format Vorbis dalam kualitas yang lebih baik yakni dengan bitrate 320 kbps, sementara versi gratis hanya 160 kbps.
Fitur yang tak dimiliki oleh versi gratis lainnya adalah mendengarkan musik secara offline. Selain melalui streaming, pengguna premium juga bisa menikmati musik berformat MP3 dan ACC yang tersimpan pada media penyimpanan lokal. Selain itu Spotify punya fungsi andalan yang disebut 'Social'. Fungsi yang terintegrasi dengan Facebook ini memungkinkan pengguna untuk membagikan playlist atau lagu yang didengar.

CEO Spotify, Daniel EK
Di Spotify pengguna juga bisa membuat playlist yang bisa dibagikan atau diedit bersama teman yang sudah terhubung melalui fungsi 'Social'.Spotify juga sudah terintegrasi dengan Last.fm dan Radio untuk memberikan pilihan musik yang lebih beragam.
Layanan Spotify sendiri berasal dari Swedia dan telah meluncur Oktober 2008. Layanan tersebut dikembangkan sejak tahu 2006 oleh Spotify AB di Stockholm, Swedia. Perusahaan itu didirikan oleh Daniel Ek dan Martin Lorentzon. Sejak Desember 2013, Spotify tersedia telah di Android, Blackberry, iOS, Linux, Microsoft, dan lainnya. Layanan itu muncul di Amerika Serikat sekitar tiga tahun lalu, dan kini siap hadir di Indonesia.

Rencana Spotify ke Indonesia sebenarnya sudah terendus beberapa bulan lalu, saat itu Spotify membuka lowongan kerja sebagai editor musik yang bertugas membuat kurasi playlist dan konten dari Indonesia. Kini hal itu sudah dipastikan. Dengan jumlah pengguna Internet yang mencapai 80 juta jiwa, Indonesia juga menjadi salah satu pasar potensial bagi Spotify. Sekadar catatan, saat ini Spotify mengklaim telah mengumpulkan 10 juta pelanggan berbayar dari seluruh dunia.
Dari Berbagai Sumber
Foto:
www.marketeers.com
www.harianjogja.com
www.cnnindonesia.com
Comments (0)