Yang Perlu Dipelajari Band Indie Lokal Dari Dave Grohl
Sejak era-nya Nirvana, Dave Grohl bersama Kurt Cobain, dan Kris Novoselic, sudah mengusung semangat bermusik dengan semua bentuk perlawanannya, yang pada akhirnya membuat sejarah dengan musik grunge dan alternatif 90an kala itu
12 Februari 2012, saat Grammy ke 54 diselenggarakan, Foo Fighter yang dimotori oleh Dave Grohl memenangkan 4 piala Grammy, salah satunya untuk kategori Best Rock Performance. Dalam sebuah speech, ketika Dave Grohl menerima piala Grammy untuk Best Rock Performance lewat lagunya "Walk", Dave Grohl melontarkan Speech yang menggetarkan tentang proses kreatif Foo Fighter membuat lagu.
Dave mengatakan jika alih-alih rekaman di studio paling bagus di Hollywood, alih-alih direkam disebuah komputer paling canggih di dunia, Dave dan Foo Fighter malah merekam lagu “Walk” di sebuah garasi rumahnya, dengan alat rekam yang sederhana. Tidak peduli seberapa bagus studionya, seberapa canggih komputernya, yang penting adalah isi lagu itu sendiri, dan spirit bermusik ketika membuat lagu atau musiknya, dan tentu saja semuanya harus berdasarkan hati.
Adalah beralasan kenapa akhirnya speech Dave menggetarkan dan menohok. Banyak orang merasa terwakili oleh pernyataan dia, yang secara tidak langsung mengobarkan semangat bermusik dengan passion, dan spirit bermusik yang besar, sampai bisa mengalahkan apapun keterbatasan dalam bermusik. Nilai utamanya adalah musiknya itu sendiri. Dave menambahkan jika sebusuk apapun alat musik yang kamu punya untuk membuat musik, jika lagu/musiknya bagus ya akan bagus aja. Secanggih apapun alat rekam yang kamu pakai untuk merekam musikmu, jika lagumu jelek ya tetap saja akan terdengar seperti sampah, ujar Dave kala itu.
Sejak era-nya Nirvana, dia bersama Kurt Cobain dan Kris Novoselic sudah mengusung semangat bermusik dengan semua bentuk perlawanannya, yang pada akhirnya membuat sejarah dengan musik grunge dan alternatif 90an kala itu, dan ya itu semua berawal dari sebuah spirit bermusik yang menyala, mematahkan logika yang dihajar habis-habisan oleh trio bengal dari Seattle ini. Mereka memperkenalkan Rock ke dalam bentuk aslinya yang kasar, berisik, brutal, dan a lot of energy.
Sekarang dengan band-nya Foo Fighter-pun dia masih mengusung spirit yang sama. Sebuah spirit yang dia tularkan pada tahun 90an kepada banyak orang, dan sampai saat ini dia konsisten dengan kepercayaan bermusik yang dipegangnya. Dia punya paket komplit sebagai seorang musisi. Di era 90an dia seakan menjadi parameter drumer dunia kala itu, dengan dia yang digadang-gadang menjadi drumer terbaik dunia kala itu. Ketukan drumnya mengiringi intro yang dibuat Kurt Cobain dalam lagu "Smell Like Teen Spirit", sebagai anthem dari perayaan "skill is dead lets rockin"
Ketika Nirvana selesai, dan Dave membuat Foo Fighter dia pun berhasil menjadi seorang frontman yang baik. Tidak hanya untuk urusan musikalitas saja, tapi dia juga membangun mental teman-temannya yang berada di Foo Fighter, untuk bersama beriringan menjadikan Foo Fighter jadi band raksasa. Hebatnya, Dave menjadi legenda di dua band berbeda, yang terbilang sama besarnya. Dia seolah hidup dalam mimpinya. Menjadi bagian dari dua band raksasa Nirvana dan Foo Fighter. Kemudian Dave pernah berkolaborasi dengan hampir semua musisi rock yang dia kagumi, dari Garbage, Killing Joke, Kristen Young, Nine Inch Nails, David Bowie, Paul McCartney, The Prodigy, Slash, Iggy Pop, Juliette Lewis, Tenacious D, RDGLDGRN, Tom Petty and the Heartbreakers, Lemmy Kilmister, Stevie Nicks, Zac Brown Band, sampai Ghost. Kalaupun dia nanti meninggal, dia akan meninggal dengan tenang karena dia hidup dalam mimpinya. Tepatnya lagi, mimpi semua musisi di dunia.
Long Live Mr Grohl.
Sumber foto : http://www.nme.com
Comments (0)