David Bayu Lanjut Berkarya Lewat Album Solonya
Sumber Foto : Siaran pers David Bayu
David Bayu Resmi Menjadi Solois Setelah Sukses Merilis Album Perdananya yang berjudul ‘Di Dalam Jiwa’
Produktivitas David Bayu dalam berkarya tak terhenti setelah bubarnya naif pada tahun lalu. Hal ini ditandai dengan debut solo albumnya yang berjudul Di Dalam Jiwa. Album yang berisikan 8 lagu di dalamnya ini telah dirilis pada tanggal 7 Oktober 2022 dalam bentuk fisik berupa CD dan secara digital bersama lebel rekaman asal Jakarta, Demajors, bertepatan dengan panggung perdananya sebagai solois.
Dirilisnya album Di dalam Jiwa sebuah awal baru bagi David Bayu untuk tetap mempertahankan nama bekennya di belantika musik tanah air, dimana sebelumnya nama David ‘Naif’ terdengar begitu melekat dalam dirinya. Lantunan melodi manis, ungkapan lirik apa adanya dan suara vokal yang menghangatkan hati tetap menjadi ciri khas musikalitas mantan vokalis band satu ini.
Setelah sebelumnya tergabung di band naif, kini David Bayu merasa lebih leluasa dalam bermusik. Suatu kepuasan tersendiri ketika dia berproses mewujudkan visinya tanpa harus berkompromi dengan orang lain. Meski David Bayu menggandeng kolaborator penting untuk memaksimalkan keberhasilan album Di Dalam Jiwa, sikap satu komando tetap ia tekankan demi menjaga kualitas karya musik yang diinginkan.
Dalam proses penggarapan album Didalam Jiwa David Bayu melibatkan nama-nama lain sebagai kolaborator penting yang ikut berkontribusi dalam album ini, seperti salah satunya nama musisi Vega Antares yang mengisi gitar dalam album ini. David dan Vega dipertemukan secara tiba-tiba melalui perbincangan berbalas pesan via whatsapp yang secara kebetulan David Bayu sedang mencari gitaris untuk penggarapan album barunya.
Selain nama Vega Antares, David Bayu juga melibatkan nama Erikson Jayanto sebagai kolaborator penting dalam penggarapan album perdananya kali ini. Kecocokan antara David dan dua kolaborator tersebut memegang peranan penting dan banyak memberikan pengaruh terhadap proses penggarapan album ini.
Musisi yang telah aktif berkarir musik lebih dari 25 tahun ini begitu menikmati proses perjalanan panjang penciptaan karyanya. Sebagian lagu-lagu yang mengisi album ini tercipta pada masa-masa sebelum bandnya bubar yang sebelumnya hanya tersimpan dalam arsip ingatan berkaryanya.
Album ini dibuka oleh lagu berjudul “Deritaku” yang menjadi rentetan isi lengkap penggarapan album ini dan lagu berjudul “Gelap” yang merupakan suatu refleksi David Bayu ketika merasakan masa kelam ketika pandemi. Semua lagu dalam album ini merupakan hasil dari representasi David secara personal, seperti perasaan kekecewaan yang diungkangkap dalam lagu “Mana” sebagai luapan opini David kepada orang-orang yang mengaku mencintai alam tetapi malah merusaknya. Dilanjutkan dengan latar belakang dibalik terciptanya lagu yang berjudul “Berserah” yang merupakan hasil dari renungan David atas apa yang telah diperbuat semasa hidupnya.
Setelah melalui proses produksi hasil karyanya, hingga tahap pendistribusian kepada khalayak pendengar music, David menyatakan untuk tidak terlalu berekspektasi lebih pada album solonya ini. Hal ini dikuatkan dengan ungkapan David melalui lagu berjudul “Berserah” yang berbunyi “Semoga mampu terangi sedikit jiwa” atas harapan bagi pendengar album solo perdananya ini.
Comments (0)