Album Mini Perdana dari Not Yet., Band yang Belum Siap Nge-Band
Band ini hadir dari kisah tiga pemuda perantauan: Egie (gitar/vokal), Krisno (bas/vokal utama) dan Variant (drum). Ketiganya mengadu nasib ke kota Bandung dalam rangka menimba ilmu di perguruan tinggi. Pergaulan antar kampus mempertemukan mereka: tiga orang yang ternyata sama-sama berasal dari Jawa Timur, yang juga sama-sama hobi bilang janc*k, dan berakhir dengan membentuk Not Yet., sebuah band beraliran grunge.
Cerita mereka cukup unik. Jauh-jauh merantau ke Bandung, ujung-ujungnya tetap nge-band bersama kawan sedomisili. Dari cerita itu, hadir lah lagu ciptaan mereka berjudul "Tergantung Tanah", berangkat dari pertanyaan yang dilontarkan sang drummer: "Kenapa kok di suatu pergaulan, kelompok-kelompok kecilnya isinya itu-itu lagi?".
Selain satu lagu tersebut, Not Yet. membuat empat karya lainnya yang kemudian mereka sertakan dalam album mini perdana yang berjudul sama dengan nama band mereka. Selain "Tergantung Tanah" di trek ke-lima, mereka menyertakan "Muslihat", "Lagi2", "320" dan "Matahari" dalam album mini Not Yet. tersebut.
Mereka mendefinisikan album mini Not Yet. sebagai album dengan nomor-nomor yang mentah dan liar (kecuali "Matahari"). Pengaruh musik yang ramai didengar di era '90an seperti Nirvana, Soundgarden dan Rage Against the Machine mereka campurkan dalam Not Yet.. Meminjam kalimat dari siaran pers, "Entah mereka sadar atau tidak, musik mereka secara keseluruhan kadang terdengar seperti Seringai jika Arian dkk. tumbuh besar di Potlot."
Album mini Not Yet. dilepas secara digital maupun fisik pada akhir Januari 2020. Not Yet. dirilis dengan sampul album yang polos dan seadanyaーlatar putih dan tulisan NOT YET. berwarna hitam di bagian tengahーtak butuh desainer visual untuk membuat sampulnya. Padahal dua dari tiga personil adalah penempuh pendidikan seni rupa. "Kita memang belum siap band-band-an," ujar Egie dalam siaran pers mengenai nama dan sampul album. Tapi juga ia menjelaskan bahwa apapun yang terjadi, mereka tidak akan pernah "selesai".
Pertanyaannya: jika belum siap band-band-an, lalu mengapa mereka rilis album mini? Karena sebenarnya jika mendengar materinya secara aransemen dan produksi, mereka terdengar siap saja. Benar belum siap, atau dibuat seolah belum siap agar minim kata tanya "mengapa"?
Comments (0)