ALI Gelar Tur Ketiga,  Eropa dan Inggris jadi Sasarannya

ALI Gelar Tur Ketiga, Eropa dan Inggris jadi Sasarannya

Sumber Foto: Diambil dari rilisan pers ALI

Tur ini menjadi bukti konkret tingginya respons dan permintaan dari pendengar internasional terhadap karya-karya ALI

Setelah sukses menggelar dua tur di Australia pada Februari dan Desember 2023, trio funk lintas budaya asal Indonesia, ALI, kembali melanjutkan langkah internasionalnya lewat tur Eropa bertajuk Echoes Tour Europe & UK. Tur ini mencakup 11 titik pertunjukan yang tersebar di berbagai kota besar di benua biru, termasuk penampilan di gedung legendaris Scala, London, Best Kept Secret Festival di Belanda, serta Apollo Club, Milan, Italia.

Tur ini menjadi bukti konkret tingginya respons dan permintaan dari pendengar internasional terhadap karya-karya ALI. Sejak terbentuk pada 2019, ALI memang tak henti mengekspansi panggung mereka ke luar Indonesia. Setelah merilis album penuh Malaka (2023) dan beberapa single, termasuk rilisan terbaru “An Najma” serta rilisan vinyl eksklusif “White Stallion” (2024), momentum ini terasa semakin kuat untuk dijawab dengan tur berskala lebih besar.

Menariknya, ide awal tur Eropa ini lahir dari obrolan santai antara ALI dan grup psychedelic-jazz asal Australia, Mildlife, yang sempat berbagi panggung selama tur Australia. Dari sana, ALI menjalin komunikasi dengan booking agent mereka di Eropa—dan hasilnya: Echoes Tour pun terealisasi. Setidaknya separuh dari tur ini akan kembali mempertemukan ALI dan Mildlife, sebelum ALI melanjutkan sisanya secara independen.

Namun, tur kali ini dijalankan dengan cara yang sangat DIY. ALI memilih untuk tidak membawa kru, hanya didampingi fotografer dan videografer asal Australia, Michael Tartaglia. Mereka akan mengarungi daratan Eropa sejauh 4.700 km, menggunakan van sewaan yang dikendarai sendiri secara bergantian, dengan durasi tempuh 6–9 jam per hari. Langkah ini diambil demi efisiensi biaya dan waktu, mengingat opsi transportasi udara dan kereta dinilai kurang fleksibel.

Beberapa titik pertunjukan akhirnya harus dilepas demi menjaga stamina dan memberi ruang istirahat. Ini menjadi keputusan strategis, apalagi sepulangnya dari tur ini, ALI sudah dijadwalkan tampil di Platonov Arts Festival, di Voronezh, Rusia—penampilan penting yang menambah beban energi dalam satu musim tur padat ini.

Bagi ALI, ini bukan sekadar soal tampil di luar negeri. Tur ini adalah hasil pemetaan dan strategi matang agar bisa bermain di venue yang tepat, bertemu dengan penonton yang tepat, dan membangun jejaring yang tepat. Mereka menolak prinsip “yang penting manggung di luar negeri” karena telah memetik hasil dari pendekatan yang lebih terkurasi selama tiga tur sebelumnya.

Menariknya, tur Echoes Tour Europe & UK ini juga mendapat dukungan resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek)—menandakan bahwa ekspansi budaya yang dilakukan ALI juga diakui sebagai bagian dari representasi seni Indonesia di kancah global.

Dengan semangat independen, strategi matang, dan dukungan yang kuat, Echoes Tour Europe & UK menjadi lebih dari sekadar tur musik—ia adalah pernyataan sikap bahwa musik Indonesia layak berdialog langsung dengan dunia.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner