'Apostation' dari Vibetronic, Sebuah Bentuk "Kemurtadan" dalam Bermusik
Mengangkat filosofi fun but serious, Vibetronic merilis album terbaru bertajuk 'Apostation'. Lima karya di dalamnya mereka sebut sebagai bentuk "kemurtadan" dalam bermusik, di mana mereka menawarkan sesuatu yang berbeda dan lain dari biasanya.
Pasca menyelenggarakan Quarantune Fest 2: Times New Normal, sebuah "wacana" baru hadir dari Vibetronic. Berawal dari candaan permainan komposisi musik yang terdengar berbeda dari yang biasanya mereka rilis hingga menyematkan sebuah meme, kini Vibetronic hadir membawa album bertajuk Apostation. Fun but serious adalah filosofi bermusik yang dipegang oleh unit asal Surabaya tersebut.

Tentang Vibetronic sendiri, mereka adalah sekumpulan produser musik dan DJ yang banyak terpengaruh pada Electronic Dance Music dalam produksinya, seperti bass, trance, house, dubstep, DnB, trap, psy serta UK hardcore. Mereka dibentuk pada 2016 dan sudah memproduksi lima buah album termasuk album kolaborasi, empat buah singles dan berbagai karya kolaboratif lainnya.
Vibetronic menyebut Apostation sebagai album tentang "kemurtadan dalam bermusik". Lima lagu original yang terdapat di dalamnya mengandung rasa yang berbeda antara satu dan lainnya. Contohnya, lagu "Solum" dari Sandjaya yang menggabungkan unsur trance dengan mistis, membawa pendengar berimajinasi ke satu horizon yang tak terbatas. Lain halnya dengan "TRANSVERSE", nomor yang kental dengan nuansa Timur Tengah dari NOISYNOISE. Lalu ada "System Alert" buatan ittou yang penuh dengan cita rasa cyberpunk yang futuristik, "Keep It Coming" dari Dyolow, dan persembahan Zuharu yang membawakan musik Thailand house dan eksperimental dalam "Buka Celananya".
Comments (0)