Ash-Shur dan

Ash-Shur dan "I See The Tree", Kebangkitan Gypsy Rock di Akhir Zaman

Foto dan artwork didapatkan dari siaran pers. Kredit tidak disertakan.

Mereka menasbihkan diri dengan nama Ash-Shur yang berarti Sangkakala dalam bahasa Arab. Alasannya cukup sesuai: karena dinilai relevan dengan situasi terkini yang digadang-gadang oleh penganut keyakinan tertentu dan disuarakan lantang para pemuka agama beserta kaum dan penganutnya sebagai pertanda akhir zaman. Ash-Shur adalah unit eksperimental gypsy rock yang berasal dari Bandung dan terdiri dari Andi William (gitar & vokal), Galih Dwi Rizki (gitar), Daniel Pratama (bas), dan Gifran Aria (drum).

Sejak tahun 2016 mereka membentuk grup Ash-Shur. Mereka kemudian memberanikan diri untuk merilis single perdana yang bertajuk "I See The Tree" pada 20 Maret lalu dan dapat didengarkan di berbagai layanan musik digital. Perilisan ini akhirnya rampung setelah proses rekaman yang sempat terkendala di tahun 2017 dikarenakan para personilnya memilih menyibukkan diri dengan hingar bingar duniawi dan diterpa berbagai permasalahan kehidupan yang menyertai sebagai konsekuensinya.

Para personil Ash-Shur mengungkap bahwa tidak ada pilihan tema yang ditentukan dan mendalam dari single “I See The Tree”, hanya menangkap pemikiran dan merangkum perasaan yang kemudian dituangkan dalam alunan nada-nada. "Kebetulan aja yang ada di pikiran tentang kehidupan (kehidupan dalam pemikiran yang abstrak), searching for meaning or something... Intinya ada pengharapan dalam sebuah kehidupan, harapan seperti pohon yang tegak berdiri,” dikutip dari isi siaran persnya.

Jika didengarkan secara seksama, musik yang diciptakan Ash-Shur cukup seimbang. "I See The Tree" mampu merepresentasikan suara ketakutan, siasat gelap, gelagat buruk dan sifat jahat berakumulasi menjadi satu kesatuan namun nikmat di sisi lainnya dengan level berbeda pada saat yang bersamaan, senada dengan arti dari nama Ash-Shur yang sudah dijelaskan di atas. Di balik kondisi carut marut yang katanya pertanda akhir zaman, ternyata masih banyak hal yang tetap nyaman untuk dinikmati dan disyukuri. Salah satunya, kebangkitan kembali musik gypsy rock yang digagas Ash-Shur.

Sound yang dibuat cukup vintage sehingga membawa pendengarnya kembali ke masa jaya musik gypsy rock era 1970-an. Semoga karya debut dari Ash-Shur yaitu single “I See The Tree” mampu menjadi penyegar bagi para pecinta musik di Indonesia yang sudah mulai muak diterjang musik yang "itu-itu lagi".

BACA JUGA - Akan Ada Geliat Psikedelik Ash-Shur di DCDC Substereo, Penasaran? Dengarkan!

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner