Atas Nama Petani Kendeng, The Kiriks Protes!

Atas Nama Petani Kendeng, The Kiriks Protes!

Inilah sikap dari The Kiriks atas tidak tuntasnya masalah agraria negeri ini. Ia mendedikasikan karyanya untuk para petani Rembang.

Di tengah padatnya kota Jakarta, hadir sebuah proyek solo dari seorang Dani Satria. Lelaki ini menamai proyeknya dengan identitas The Kiriks, dan ia baru saja merilis album penuhnya. Dirilis hanya 20 keping, sebuah album bertajuk Kendeng Farmer dirilis di bawah naungan label asal Denver, Colorado yaitu Analog Cowboy Records. Label ini pula lah yang merilis mini album The Kiriks di tahun 2016, yaitu Quetzalcoatl.

Dalam Kendeng Farmer, The Kiriks menyiapkan delapan delapan musik non vokal, hanya bebunyian distorsi saja. Ke delapan karyanya mempunyai komposisi yang berbeda antara satu dan lainnya, dan musiknya khas ala drone. Namun, sepertinya materi ini akan dapat dinikmati oleh beberapa telinga saja. Terlalu banyak raungan distorsi yang bersanding dengan noise (walau beberapa lagunya menyisipkan bebunyian loops) agaknya membuat materi ini lumayan sulit untuk diterima pendengar yang tak biasa dengan eksplorasi musik eksperimental. Bagi Dani Satria, sound yang dihadirkan olehnya tidak berpola, selayaknya lukisan abstrak.

“Sound yang saya buat cenderung tidak berpola. Layaknya lukisan abstrak, saya membayangkan ruang kosong pada bebunyian adalah kanvas putih. Saya berhak menuangkan apa saja, termasuk protes,” kata Dani Satria. “Kendeng Farmers merupakan sebuah album protes untuk saya. Mau bagaimanapun hasilnya, saat ini saya baru bisa menyampaikan dedikasi saya melalui berbagai instrumen yang di dalamnya sarat akan makna personal ini,” lanjutnya, dikutip dari siaran pers.

Kemunculan album penuh ini adalah lahan eksplorasi bagi Dani Satria. Selain itu, ini juga merupakan sebuah dedikasi untuk isu sosial yang kemarin sempat marak diberitakan di berbagai media massa, khususnya kepada Petani Kendeng, Rembang yang sampai saat ini belum juga tuntas. Untuk proses pengerjaannya, Dani membagi beberapa porsi pada bagian narasinya, seperti 70% menceritakan tentang sebuah perjuangan, sisanya tentang cinta. 

Foto: Dokumentasi pribadi The Kiriks, diambil dari siaran pers.

BACA JUGA - Kolaborasi Dua Sisi Distorsi Kotor dan Teriakan Parau dari Eureka dan Ayam Kaili

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner