"Badai" Pasti Berima; Fikri Aditama Banting Setir dan Rilis Single Bersama Dzulfahmi
Fikri Aditama, produser musik dan beatmaker hip-hop yang kini banting setir menciptakan karya-karya bernuansa electro pop kembali hadir dengan karya terbaru. Menggandeng Dzulfahmi, mereka kini melepas lagu berjudul "Badai".
Setiap insan pasti memiliki permasalahan hidupnya masing-masing. Pemecutnya bisa perkara ekonomi, keluarga, kesehatan, profesi dan aspek romansa. Permasalahan datang, hidup terus bergulir. Berjalan tanpa jeda, dan mundur tidak ada dalam daftar. Lakukan yang harus dilakukan, sabar dan jangan menaruh kecewa mendalam terhadap Tuhan, sang pemilik semesta alam raya. Beserta isinya.
Kata-kata bijak ini bukan milik filsuf, melainkan seorang Fikri Aditama. Lagu “Badai” ia tulis setidaknya untuk menasihati diri sendiri saat datang permasalahan hidup yang bertubi-tubi. “Masalah mungkin sama adanya, bagaimana kita menyikapinya adalah bagian teristimewa.”
Fikri Aditama yang sebelumnya berprofesi sebagai produser musik & beatmaker hip-hop banting setir mengeluarkan single teranyar dengan balutan electronic pop dalam moniker FRIKI. Ia mendirikan label mandiri bernama Equilibrium dan menyulap dapur / gudang rumahnya menjadi studio rekaman karya-karyanya yang terkini.
Keterbatasan bukanlah halangan, jika diimbangi dengan kemampuan juga kemauan. Lagu "Badai" ini ditulis, diproduksi, di-mixing dan mastering oleh Fikri sendiri, di studio ‘sulap’nya itu. Ia tidak sendiri dalam lagu "Badai", dibantu seorang rhyme spitter dari Jakarta yang lahir ketika Soeharto dipaksa mundur dari rezim bentukannya, tepat di tahun 1998, yaitu Dzulfahmi. Pemuda ini memulai karir rap-nya sekitar tahun 2016 dan bergabung bersama serikta pekerja rima, ritme dan birama; yaitu Defbloc dan beberapa kolektif kreatif seperti Spacekidz dan Dreamfilled.
Dzulfahmi menempatkan diri sebagai observator di tengah kehidupan sosial dalam hutan beton baja Jakarta dan melabeli diri dengan julukan The Worst. Terpengaruh oleh mendinag MF DOOM, Freddie Gibbs, Tribe Called Quest, ~oname, Blu & Exile serta mendengarkan Madlib secara rutin membuat Dzulfahmi menyukai loopbreaks yang terdengar raw dan drumless, namun tidak menutup kemungkinan beat trap bahkan bossanova sekalipun dapat dieksekusi dengan rima penuh multisilabel.
Telah merilis satu EP kolaboratif bersama DaKriss, sample cutter dan produser dari Bali berjudul Nirwana yang dibidani oleh Defbloc. Turut hadir dalam beberapa album kompilasi yang juga diinisiasi oleh Defbloc dalam bentuk rilisan fisik yaitu Pre-text For Bumrush dengan lagu "ON n ON" dan Brother's Keeper dengan lagu "Alright". Ikut menyumbangkan penggalan verse-nya pada album kompilasi Spacekidz x Compound THA BIG BANG dengan Matter Mos pada lagu "Break It Down" yang diproduseri oleh ToRadan "Silat Lidah" bersama Insthinc dan Bintang Adamas di atas loopbreaks yang dibuat oleh JuTa.
Comments (0)