Bagaimana Musik Pop Punk yang Sesungguhnya?
Fatrace, akan menjawab pertanyaan tersebut bahkan mengupas bagaimana era awal pop punk itu sendiri di DCDC Musikkita minggu ini.
Untuk saat ini, pop punk banyak digandrungi terutama di Indonesi. Namun, coba perhatikan, rata-rata pelaku genre ini memiliki warna musik yang serupa dan terkesan mellow, terutama pada lagam vokalnya yang condong mengarah pada melodik yang mendayu-dayu. Jauh sebelum era pop punk melodik yang saat ini banyak dimainkan, di era awal kemunculannya, aliran ini dikenal sangat enerjik dan penuh semangat, seperti yang dimainkan oleh grup musik asal kota Bekasi, Fatrace.
BACA JUGA - Pop-Punk Kembali “Hidup” Lewat Kompilasi YAWP!
Kisah ini diungkapkan oleh Fatrace secara lengkap di DCDC Musikkita, yang disiarkan pada tanggal 7 Oktober 2017. Fatrace menceritakan asal usul penggabungan pop dan punk di tahun '60an, dan referensi-referensi musiknya, terutama para "penganut" pop punk mancanegara. Mereka akan tampil bersama senior punk asal kota Bandung, yaitu Sendal Jepit dan siap mengobrak-abrik studio Global TV.
Mengenai Fatrace, trio pop punk revival beranggotakan Farhan (vokal/gitar), Dito (bass/vokal) dan Fachrul (drum). Mereka patut untuk diwaspadai, karena mereka membangkitkan kembali benang merah awal kemunculan genre pop punk.. Mereka telah melepaskan beberapa karya, yakni mini album bertajuk Don’t Tell Your Mom, dan I’m Fat. Terbaru, mereka pun merilis Millennials Heartbreaker di bawah naungan Geekmonger Records beberapa waktu lalu. Penasaran dengan Fatrace? Saksikan mereka di DCDC Musikkita, 7 Oktober 2017 pukul 23:00 WIB di Global TV!
Foto: Dokumentasi pribadi Fatrace
Comments (0)