Keputusan Berat Diambil Seaside

Keputusan Berat Diambil Seaside

Masih belum ada keterangan resmi yang jelas penyebab Seaside bubar

Setiap perjalanan  menempuh atau menggapai sebuah impian, mungkin terkadang banyak halangan yang melintang seperti berbagai cobaan yang merupakan sebuah seleksi alam untuk menentukan mendapatkannya, tak sedikit juga yang menyerah dan tak sanggup lagi melanjutkan perjalanan tersebut hingga perjalanan terhenti dan telah usai, seperti Seaside.

Kabar buruk menimpa bagi penggemar setia kuartet indie-pop/shoegaze asal Jakarta, Seaside. Pasalnya band yang telah berdiri sejak akhir 2013 kini harus menutup usia. Kabar tersebut sebelumnya telah diumumkan sejak awal September 2016 lalu, melalui akun twitter resmi mereka yang kabarnya telah tercium bahwa Seaside akan mundur dan menutup “usia”. Seaside yang mengusung aliran indie-pop/shoegaze ini sangat patut diapresiasi karya - karya mereka yang terangkum dalam album Undone. Balutan musik indie-pop yang catchy seperti musiknya Cherry Bombshell dan Kubik ini bercampur dengan alunan syntheseizer menghasilkan sound yang halus dan indah. Sedikit sentuhan dari berbagai efek dari riff gitar dreampop psychedelia ala Melody’s Echo Chamber pun kental terasa pada materi – materi Seaside, seperti pada lagu “Giggle And Blush”, “Dimension”, “A Blue Star”, dan “Silent Girl ” yang sangat mendayu-dayu hampir menyerupai musik post-rock eksperimental namun tetap nikmat untuk didengarkan kala suasana sepi atau dalam kesendirian yang seakan dapat berimajinasi ke berbagai hal.

“Halo, kami memutuskan untuk menyudahi Seaside. Thanks telah mendengarkan lagu-lagu kami & datang ke acara-acara kami selama ini” dikutip melalui akun twitter resmi Seaside.

Secara serentak pada Senin (24/10) ini mereka yang beranggotakan Cassandra (Voc/ Guitar),Adi Sus (Bass/BackVoc), Andi Sabarudin (Guitar/Synth/Voc) Hersubhan Erdien (Drums), Trisca Dewi (Synth/Voc) dan Woro (Guitar/Voc) ini,  menyatakan telah bubar  tanpa disertai dengan alasan yang jelas. Kabar kicauan tersebut juga kembali diverifikasi oleh pihak label yang menaungi Seaside selama ini yaitu Anoa Records, melalui akun twitter resminya yang juga menyatakan bahwa Seaside telah bubar.  Namun tetap saja, jikalau seorang pahlawan telah gugur dalam peperangan, pasti meninggalkan duka yang dalam bagi kerabat dan penggemarnya. Berbagai pertanyaan semilir berganti melalui akun resmi sosial media Seaside. Mungkin beberapa pihak yang telah mengikuti perjalanan Seaside, harus melapangkan dada untuk merelakan kepergiannya entah untuk selamanya atau akan hidup kembali disuatu masa.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner