Bawa Unsur Musik Bernuansa Timur Tengah, Ruh Lepaskan Single Anyar!
Di tengah lanskap musik modern yang tengah diramaikan oleh genre-genre unik seperti Disco Arabesque, Libyan Reggae, Egyptian Jazz, hingga Lebanese Folk, hadir satu nama baru dari Jatinangor yang siap menyalurkan dimensi spiritual melalui musik: RUH.
Meski namanya belum terdengar luas dan penampilan mereka tergolong jarang, kehadiran RUH tetap meninggalkan kesan menggemparkan di kalangan penikmat musik alternatif. Masih dengan formasi sebelumnya, band ini dijadwalkan tampil di Gudang Selatan, Bandung pada 21 Juli mendatang, mempertegas langkah mereka di jalur eksperimental dan pencarian bentuk musikal yang otentik.
RUH lahir dari keinginan untuk mengeksplorasi batas-batas ekspresi musikal, dengan fantasi sonik yang berakar pada musik psychedelic ala 60-an, namun diberi sentuhan khas dari nuansa Timur Tengah. Bagi RUH, musik bukan sekadar hiburan—melainkan alat spiritual, bahkan sakral, yang mereka tempatkan dalam perspektif ketuhanan ala ajaran Abrahamik. Setiap denting, melodi, dan lirik yang mereka ciptakan, menjadi medium penyampaian semangat spiritualitas yang mendalam.
Dalam rilisan terbarunya, “Sandy Shores”, RUH mencoba menjembatani antara harmoni sixties psychedelic rock dan corak Timur Tengah yang kaya akan modal nada-nada eksotis. Hasilnya adalah karya yang sulit didefinisikan secara konvensional: musik yang abstrak, penuh ilusi, dan membebaskan, mengajak pendengar menuju pengalaman spiritual yang lebih tinggi.
“Sandy Shores bukan hanya lagu, tetapi ruang transendental,” tulis mereka dalam siaran persnya. Lagu ini bisa dianggap sebagai bagian dari apa yang mereka sebut sebagai “musik sakit”—sebuah istilah yang menggambarkan musik yang tak tunduk pada aturan, namun justru akrab dengan ilusi, kerinduan, dan ketidakwarasan yang penuh makna.
RUH tak hanya meracik suara, mereka membangun semesta. Dan dengan “Sandy Shores”, mereka menawarkan musik sebagai ziarah, tempat di mana harmoni psikedelik dan semangat spiritual Timur Tengah bisa bertemu dalam satu lintasan imajinasi yang liar dan bebas. Sebuah undangan untuk mendengarkan, tapi lebih dari itu—untuk merasakan.
Comments (0)