Berkenalan dengan Dive Collate, Kuartet dari Pulau Dewata
Band beraliran dreampop/shoegaze ini merilis single pertama mereka berjudul "Grey and Nice".
Satu band baru kembali muncul dari Pulau Dewata. Adalah Dive Collate, kuartet shoegaze/dreampop yang hadir dan baru saja merilis single pertama mereka. Lagu berjudul “Grey and Nice” dirilis di akhir bulan Juli lalu. Ini menjadi materi perkenalan dari Dive Collate sekaligus pemanasan menuju EP perdana yang akan dirilis dalam waktu dekat.
Tentang Dive Collate, band ini dibentuk di awal tahun 2018. “Menyelam dan dinikmati bersama-sama” menjadi makna di balik nama yang mereka usung. Pingkan Tumbelaka (vokal, gitar), Putu Dedy Pradiska (gitar), Ida Bagus Aris Widiarsa (vokal latar, bass) dan Andreas Dimas (drum) adalah empat pilar dalam tubuh Dive Collate. Musik yang mereka mainkan terpengaruh oleh The Depreciation Guild, My Bloody Valentine, Slowdive, Whirr, Deafcult dan lain-lain.
Diceritakan oleh Dive Collate, single ini berkisah tentang lamunan atau imajinasi yang membawa kita kepada momen-momen menarik. Semakin unik, momen yang diceritakan di lagu ini adalah momen yang terkadang hanya dapat dipahami oleh diri sendiri atau oleh orang lain yang memiliki pemikiran sepaham. Suasana yang mereka bangun diperkuat melalui penggambaran hujan dan pelangi setelah hujan.
“Grey and Nice” direkam di Studi Maya, Sunset Road. Proses mixing dan mastering dilaksanakan di LeisureLab, Bali. Sementara pengerjaan artwork dilaksanakan oleh B!. Lagu ini sudah bisa dinikmati melalui kanal Bandcamp dan YouTube milik Dive Collate.
Comments (0)