Berusaha Lepas dari Citra Gothic, Camlann Rilis Album 'Circa 1983'

Berusaha Lepas dari Citra Gothic, Camlann Rilis Album 'Circa 1983'

Foto didapatkan dari siaran pers. Kredit tidak disertakan.

Memproklamirkan diri sebagai band dark disco, Camlann kini hadir dengan citra baru lewat album 'Circa 1983'. Album kedua dari Camlann ini merupakan album imajinatif yang berangkat dari fiksi ciptaan mereka tentang Jakarta di era tahun 1983.

Pasca debut album bertajuk The Forgotten Lost Fragments dirilis tahun lalu, trio dark disco asal Jakarta, Camlann kini hadir membawa persembahan terbaru. Setelah lebih dulu melepas single "1983", "Give Me Light" dan "I'm Nobody", kini saatnya mereka memperkenalkan album kedua yang dijuduli Circa 1983. Menambah kisah menarik lain di balik album ini, Circa 1983 dirilis oleh label asal Jerman yaitu Cold Transmission Music pada 21 Mei 2021.


Artwork oleh Catherine Pakpahan

Tentang Camlann sendiri, kolektif musik ini baru berusia dua tahun; didirikan oleh Ony Godfrey sebagai proyek pribadi di awal 2019. Sempat mengalami pergantian personil, Ony akhirnya bertemu Fauzan Pratama ketika keduanya tergabung dalam olimpiade sains dan kemudian dikenalkan pada Bayu Triyudanto, hingga terbentuklah trio remaja yang solid. Zanetta Bangun sebagai senior Ony turut serta memberi bantuan dalam proses kreatifnya.

Untuk album terbaru Circa 1983, Camlann menawarkan sebuah pengalaman imajinatif bagi pendengarnya. "Camlann memiliki tujuan untuk membawakan our own interpretation of the past dengan nostalgia secara modern. Di album ini kita mau ngajak pendengar ke interpretasi kita tentang Jakarta pada tahun 1983," terang Ony dalam siaran pers. "Di sini, kita coba buat fiction yang bisa relate ke banyak orang. Jadi kalian bisa dedikasi lagu di Circa 1983 ke siapa saja yang kalian mau. Semua lirik datang dari imajinasi, as neutral as possible but nostagic and relatable untuk semua orang."

Berangkat dari tujuan tersebut, ada beberapa perubahan yang kemudian dilakukan Camlann terkait penggarapan musikalitas. Jika di album sebelumnya mereka cenderung memainkan musik darkwave yang muram, kini mereka meninggalkan warna musik tersebut dan mencoba di zona musik yang baru. Berbagai genre yang terkenal di era '80an macam new wave, disco dan city pop jadi tawaran di Circa 1983. Pengaruh dari Depeche Mode, Xmal Deutschland, Alphaville, Donna Summer hingga Junko Ohashi dirasa kental di 10 nomor dalam Circa 1983, membuat mereka berani memproklamirkan diri sebagai band dark disco.

Circa 1983 adalah sarana Camlann untuk keluar dari citra gothic yang melekat pasca album perdana. Mereka mencoba menunjukkan bahwa Camlann tidak mau terjebak pada satu genre tertentu. "Kita yakin kalau kita gak jujur sama musik kita, hasilnya gak bakal ada feels-nya," papar Ony. Kini, album kedua dari Camlann sudah bisa dinikmati lewat layanan musik digital.

BACA JUGA - Dua Buah Single, Satu Video Musik, dan Satu EP Dirilis Guernica Club Secara Bersamaan

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner