Bhinneka Tunggal Ika: Dialog Budaya Satukan Persepsi Kebersamaan
Setelah diwarnai dengan agenda sosial berupa pembersihan makam, pemberian santunan maupun pengecatan gapura di kawasan Porda Selong, rangkaian istimewa Bhinneka Tunggal Ika 2015 edisi Lombok Timur berlanjut dengan sesi cukup dinanti, yakni Dialog Budaya, Sabtu (14/11) malam. Acara yang terselenggara di Kolam Renang Porda Selong ini menghadirkan nama-nama istimewa teruntuk menjadi pembicara malam itu.
Dengan kembali dipandu oleh MC Soni Bebek, sederet nama mulai dari Choirul Anwar sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, adapun budayawan asal Solo yang telah bermukim enam tahun di Lombok Timur, Hari, kemudian Agung selaku budayawan dari Mataram, Don Bonscum perwakilan sekaligus tetua dari komunitas Front Grave dan vokalis Jasad, Man. Dalam dialog dan perbincangan hangat malam itu, mereka membicarakan tema yang cukup hangat yakni pergerakan musik dan budaya di Pulau Lombok.
Acara yang dimulai sekitar pukul setengah 9 malam waktu setempat itu turut juga dihadiri oleh komunitas Front Grave, Arka Station, Sandra Tasik STKIP, Lombok Hardcore, Lombok Music Community sampai beberapa masyarakat dari Lombok Timur. Dengan dukungan kondisi cuaca yang cukup hangat di malam itu, akhirnya dialog antar orang-orang hebat ini pun bergulir.
Diawali dengan pernyataan Choirul Anwar yang mengatakan bahwa sebuah sejarah janganlah dilupakan dan luput dari ingatan orang-orang. Biarlah sejarah bisa menjadi modal berharga bagi generasi mendatang untuk membangun sesuatu menjadi lebih baik. Selain itu dirinya menginginkan kawasan Lombok khususnya wilayah timur sebagai kawasan wisata halal bagi pengunjungnya. Agenda besar pun ia telah siapkan sebagai pintu gerbang daya tarik wisata ke kawasan Lombok.
Lalu lanjut dengan Hari, seorang budayawan asal tanah Jawah yang tengah menjalani sebagai tanah pengajar dalam hal ini budaya dan seni musik. Pria asal Surakarta itu takjub dengan perkembangan generasi muda Lombok akan ketertarikannya dengan seni dan bermain musik. walaupun dirinya menyebutkan bahwa edukasi musik disini masih terbilang belum maju tapi juga dalam tahap berkembang guna mempelajari notasi musik yang apik. Dengan bantuannya sebagai pengajar, dia berharap bisa membuat generasi muda Lombok melaju mulus di kancah seni dan budaya.
Sama hal juga dengan Agung yang memang telah mengenal dengan kancah musik cadas Selong khususnya dengan kawan-kawan Front Grave. Lelaki asal Mataram ini menilai bahwa komunitas anak muda Lombok berjalan dengan kekreativitasnya walaupun terbatas dengan perkembangan teknologi. Begitupun dengan pendiri Front Grave sendiri, Don Scum yang mengaku bahwa scene metal yang dijalankan komunitasnya tetap tidak meninggalkan adat istiadat dan budaya asli Lombok. Pria yang telah melewati banyak generasi semenjak eranya mendirikan Front Grave ini memang mengedepankan kearifan lokal dan sifat kolektif pada adik-adiknya hingga kini.
Terakhir ada Man sebagai motor terdepan crushing metal machine legendaris dari Bandung, Jasad yang tetap mengkampanyekan sikap Bhinneka Tunggal Ika kepada publik Lombok tentunya. Lengkap dengan dandanan Sundanya, pria gondrong berkumis tebal ini menjelaskan bahwa Indonesia itu harusnya satu bukan dengan saling memperlihatkan sifat egosentris di tiap suku kedaerahan yang tengah dianut. Intinya bukan saling sikut dan menimbulkan keributan namun kesatuanlah yang seharusnya dibutuhkan hari ini.
Dialog yang berjalan hampir satu jam lamanya ini akhirnya berakhir dengan pemberian simbolis antara Hari dan Man. Hari ketika itu memberikan sebuah keris dari Kerajaan Padjajaran serta selempang yang konon juga dari Kerajaan Majapahit kepada Man teruntuk tanda hormat dan persahabatan. Lalu semuanya saling membubarkan diri dan bersiap untuk perhelatan di esok harinya yaitu yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu East Lombok Death Fest 3 yang akan bergulir di Lapangan Porda Selong. Nantinya Jasad akan didampingi sembilan band cadas andalan dari Lombok untuk menghibur para metalhead Selong maupun masyarakat Lombok. Rock On!
#BTIJasad #BTIlombok #DCDC #DCDCProgram #DeathMetal #LombokTimur #PasukanKaruhun #LombokDeathFest
Foto: Karel
Comments (0)