BiruMuda Siap Hadapi Kepura-puraan lewat Single Terbarunya
Sumber Foto: Diambil dari rilisan pers BiruMuda
Grup musik pop BiruMuda kembali hadir dengan karya terbarunya yang menggugah pikiran sekaligus hati. Terinspirasi dari riset psikologis kualitatif tentang aplikasi kencan online serta film dokumenter viral “Tinder Swindler” yang ramai dibicarakan pada 2022 lalu, BiruMuda menyuguhkan single berjudul “Sandiwara”—sebuah refleksi atas realita hubungan yang penuh kepura-puraan.
Tidak hanya mengangkat tema hubungan romantis yang dibalut kebohongan, “Sandiwara” juga menyoroti berbagai bentuk fasad yang kerap muncul dalam interaksi sosial sehari-hari. Lagu ini menjadi semacam kritik halus terhadap fenomena hubungan yang tidak dilandasi ketulusan perasaan maupun komitmen, meskipun seharusnya relasi yang sehat dibangun atas dasar kejujuran.
Kata “sandiwara” dipilih sebagai judul karena dianggap paling mewakili keseluruhan pesan yang ingin disampaikan oleh BiruMuda. Liriknya pun disusun dengan nuansa realisme, menggambarkan kejadian-kejadian yang sering kita jumpai di sekitar—tentang bagaimana seseorang bisa membangun citra semu demi menciptakan relasi semu pula.
Secara musikal, “Sandiwara” menawarkan warna baru dalam diskografi BiruMuda. Dibandingkan lagu-lagu mereka sebelumnya yang cenderung ceria dengan sentuhan City Pop, kali ini mereka memilih nuansa modern pop bernuansa 80-an yang lebih melankolis dan balada. Pendekatan ini memperkuat kesan emosional dari lagu tersebut, sekaligus menunjukkan sisi musikalitas BiruMuda yang semakin dewasa.
Proses kreatif di balik lagu ini melibatkan seluruh personel BiruMuda secara kolektif. Erlin menulis lirik, Fathur bertindak sebagai produser, Rex menangani penataan musik, Mirza mengisi bagian gitar, dan Hanif menyumbang permainan bass. Kolaborasi ini menciptakan dinamika yang solid, menghasilkan sebuah karya yang utuh dan sarat makna.
Dengan “Sandiwara,” BiruMuda tidak hanya menunjukkan perkembangan musikal mereka, tetapi juga mengajak pendengarnya untuk lebih sadar dan kritis terhadap hubungan yang dijalani—apakah kita benar-benar saling jujur, atau hanya bermain peran dalam sandiwara?
Comments (0)