“Bitter to See You” : Paradoks Percintaan Masa Lalu Drizzly

“Bitter to See You” : Paradoks Percintaan Masa Lalu Drizzly

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Paska Records

Secara penulisan lagu “Bitter to See You” ini berkisah tentang pengalaman pribadi Amanda/drizzly akan pahitnya percintaan pada masa lalu

Amanda adalah drizzly, dan drizzly adalah Amanda. Seseorang yang pada musim hujan kemaren mengerucutkan kesukaannya bermusik lewat sebuah proyek bernama drizzly. Kenapa drizzly? Diakui oleh Amanda nama ini berhubungan erat dengan artiannya, yakni gerimis. Hal ini memiliki kesan pribadi bagi Amanda, karena menurutnya gerimis dapat membuat sebagian orang merasakan tenang, bahkan membangkitkan momen menyenangkan tersendiri, meski disisi lain, ada saja beberapa orang tidak menyukai gerimis. Dinamika dan polemik perihal suka dan tidak suka terhadap gerimis tersebut kemudian diinterpretasikan Amanda lewat musik indiepop dan dreampop, yang dituangkan dalam karyanya.  

Semua interpretasinya akan gerimis dan pop kemudian tertuang pada sebuah lagu berjudul “Bitter to See You”, yang dirilis pada musim hujan dalam periode yang sama. Secara penulisan sendiri lagu ini berkisah tentang pengalaman pribadi Amanda akan pahitnya percintaan pada masa lalu. Namun uniknya lirik muram tersebut dikemas dengan musik yang ceria, hingga berisikan pesan-pesan tersembunyi yang diharapkan Amanda memiliki kesan tersendiri bagi yang mendengarkan.

Penggarapan lagu ini dapat terlaksana dengan baik karena bantuan dari teman-teman seperti Ferry (Timeless) pada drum, Ekik (re:NAN) pada bass, hingga Reyhan (GREY.) yang membuat logo dan artwork yang menggambarkan kesan drizzly. Single perdana drizzly dirilis oleh Paska Records sebelum periode musim hujan ini berakhir. Simak lagunya melalui tautan di bawah ini.

BACA JUGA - Hyndia dan Ras Inggi Hadirkan Kota yang Special di Single “This Town”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner