'Brutalisme di Bandung Barat', Sebuah Kisah Perjalanan Seorang Alfariizi
Album mini kedua dari Alfariizi resmi dilepas. Bertajuk 'Brutalisme di Bandung Barat', album mini ini memaparkan kisah personal dari musisi bernama lengkap Ghazy Alfarizi kala menjauh dari kenyamanan rumah; berpindah dari Jakarta ke Bandung seorang diri.
Seorang penyanyi, pencipta lagu, produser dan multi instrumentalis asal Jakarta, Alfariizi merilis sebuah album mini, tepat di awal Mei 2021. Musisi berusia 21 tahun dengan nama lengkap Ghazy Alfarizi ini merilis Brutalisme di Bandung Barat, album mini kedua yang ia produksi sebagai kelanjutan dari album mini Sweaters yang ia lepas di awal 2020 lalu. Brutalisme di Bandung Barat dilepas secara digital dan bisa dinikmati di berbagai layanan musik streaming.

Tentang Alfariizi sendiri, ia memulai karir musik secara independen sejak tahun 2017. Debut album mini bertajuk Sweaters ia lepas di awal 2020 dengan "Eyes Drop" dan "Love Yourself" sebagai nomor andalan. Secara musik, ia banyak terinspirasi dari Mac Demarco dan The Strokes, terlebih urusan riff gitar dan vokal yang lembut. Untuk urusan lirik, ia terinspirasi oleh IDLES sementara tempo dan rima oleh J. Cole dan MF DOOM. Apa yang coba Alfariizi tawarkan lewat musiknya adalah karya-karya yang mewakili jiwa anak muda yang cocok dengan dunia digital dan konvensional.
Untuk album mini Brutalisme di Bandung Barat, Alfariizi mengibaratkan album mini ini sebagai surat cintanya pada waktu dan pengalaman Alfariizi kala remaja. Ketika itu, berpindah dari Jakarta ke Bandung untuk hidup sendiri dengan segala pengalaman baru cukup menjauhkannya dari segala kenyamanan. Menemukan cinta, kehilangan, nafsu, kesuksesan, kegagalan, pencarian jati diri dan segala hal yang ia alami menjadi titik balik dari pertumbuhan dan perubahan yang membentuknya di awal usia 20an. Itulah yang ia coba ceritakan dalam Brutalisme di Bandung Barat.
Comments (0)