Ceritakan Terang Gelap Kehidupan, Iris Bevy Rilis ‘Avesta’ sebagai Album Perdana

Ceritakan Terang Gelap Kehidupan, Iris Bevy Rilis ‘Avesta’ sebagai Album Perdana

Sumber foto : Diambil dari siaran pers Iris Bevy

Kata Avesta sendiri dapat diartikan sebagai sebuah kitab atau bacaan, di mana setiap diri manusia pada hakikatnya merupakan kitab yang menyimpan harapan dan memori bagi jiwa manusia di alam material ini

Rekam jejak perjalanan bermusik kuarter indie pop/synthpop asal kota Bandung Iris Bevy telah memasuki babak baru, dimana kini mereka akhirnya mengeluarkan sebuah album perdana yang diberi tajuk Avesta, telah resmi beredar di berbagai layanan DSP pada umumnya. Album ini juga nantinya akan hadir dalam bentuk fisik, berupa cakram padat atau CD yang dirilis dan akan didistribusikan melalui label musik independen kenamaan Demajors.

Iris Bevy yang dihuni oleh Shau (vokal, synth), Kidz (vokal, gitar, synth), Jeremy (gitar) dan Dimas (bass). Terbentuk setelah inkarnasi awalnya sebagai Ping Pong Club berakhir di sekitar tahun 2020. Iris Bevy sendiri banyak terinspirasi dari berbagai musik era ’80 dan ’90-an, mulai dari disco, pop, hingga shoegaze.

Album Avesta ini sangatlah terasa begitu monumental terutama bagi Iris Bevy, mengingat ini merupakan album perdana dari sebuah proses berkarya mereka yang cukup panjang. Dijabarkan oleh Iris Bevy sendiri, album ini telah merangkum berbagai referensi yang merasuk dan menjadi preferensi mereka, baik itu secara musikal maupun literatur, menghasilkan dualisme karya yang menjadikan Avesta dapat didefinisikan sebagai terang dan gelap yang menyatu dalam sebuah kanal yang berkesinambungan.

Kata Avesta sendiri dapat diartikan sebagai sebuah kitab atau bacaan, di mana setiap diri manusia pada hakikatnya merupakan kitab yang menyimpan harapan dan memori bagi jiwa manusia di alam material ini.

“Melalui Avesta, kami ingin menyampaikan pesan untuk lebih menghargai dan berfokus pada diri kita sendiri dengan menyadari hakikat tersebut,” ujar Dimas.

Album yang terdiri dari 9 lagu ini berisikan 7 materi baru dan 2 buah remaster dari single yang telah dirilis sebelumnya. Direkam secara mandiri dengan mengaplikasikan cara work from home, personil Iris Bevy mengatakan bahwa mereka berusaha mengkolaborasikan teknologi dengan musikalitas mereka dalam merajut nada dan harmoni hingga menjadi komposisi musik.

“Proses rekamannya dikerjakan sendiri di rumah masing-masing memanfaatkan apa saja yang ada, “ ujar Jeremy.

Kontribusi dan kerjasama Muhammad Thoriqul Fahmi a.k.a Mamoy selaku mixing engineer dan Eri dari Timurrrec sebagai mastering engineer pun menjadi pelengkap untuk menyatukan imajinasi dari keempat personil Iris Bevy. 

Melengkapi persembahan karya perdana Iris Bevy ini, sang vokalis, Shau, ikut serta menyumbangkan imajinasinya dalam bentuk artwork dan arahan artistik dalam desain cover album. Shau menceritakan bahwa ilustrasi artwork yang dibuatnya terinspirasi dari momen-momen kontemplatif yang intim antara seseorang dengan dirinya sendiri, di antara alam nyata dan imaji. Bahwa dalam kesendirian, seseorang akan dapat menemukan jawaban atas esensi hidupnya.

Terhitung sejak Jumat, 23 Juni 2023, sembilan track di dalam album ini sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital. Adapun berselang 2 minggu dari tanggal perilisan digital, album fisik Avesta dalam format cakram padat (CD), juga dapat dibeli di website www.demajors.com dan seluruh jaringan edar demajors. Iris Bevy juga berencana akan mengadakan perayaan perilisan album perdana mereka dalam waktu dekat.

BACA JUGA - Semakin Tunjukkan Kualitasnya, The Panturas Rilis MV “Jim Lambrador”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner