David Bayu:

David Bayu: "Naif Sudah Selesai, tapi Selalu Ada dalam Hatimu"

Foto didapatkan dari akun Instagram Naif.

Setelah 25 tahun mewarnai perjalanan penikmat musik tanah air dengan karya-karya yang fenomenal, Naif akhirnya harus menyelesaikan perjalanan bermusiknya. David, Emil, Pepeng dan Jarwo memutuskan untuk membubarkan Naif di tahun 2021 ini.

Akhirnya, kolektif musik Naif secara resmi dinyatakan bubar. Setelah melewati 25 tahun yang mengagumkan, band dengan formasi terakhir berisi David, Emil, Pepeng dan Jarwo ini memutuskan untuk menyudahi perjalanan mereka dalam rumah Naif. Pernyataan ini muncul setelah Emil mengumumkan hengkang dari Naif. Tak lama dari sana, Naif turut dinyatakan bubar.

David Bayu sebagai sosok paling depan di Naif akhirnya memberi pernyataan lewat kanal YouTube pribadinya, David Bayu Tube. Lewat judul "BUBAR | #KATADAVIDBAYU | EPS01", David menceritakan kronologi singkat akan keputusan yang membuat sosial media dipenuhi rasa sedih sekaligus nostalgia akan karya-karya Naif dalam beberapa waktu belakangan ini. Berbanding terbalik, meski awalnya terlihat enggan untuk berkata bubar, namun akhirnya David Bayu bercerita tentang akhir perjalanan Naif dengan senyum, seolah mengisyaratkan bahwa keputusan ini memang jadi yang terbaik untuk mereka.

Diceritakan David, rencana untuk menyudahi perjalanan Naif dan mengumumkan pada publik sebenarnya sudah hadir sejak mereka merayakan usia ke-25 tahun di 2020 lalu. Namun, ada alasan lain yang membuat mereka mengurungkan niat tersebut, utamanya adalah untuk menghindari sorotan publik. Vakum jadi jawaban David setiap kali ada yang bertanya seputar Naif, demi menghormati komitmen yang sudah disetujui bersama. Tapi, pada akhirnya berita ini tetap harus diumumkan.

Alasan di balik bubarnya Naif tidak dipaparkan secara spesifik oleh David. Namun, menurutnya berkarya selama 25 tahun bersama Naif sudah ia rasa cukup dan sudah menjadi pencapaian tersendiri. Mengetahui titik "cukup" menurutnya adalah hal yang penting, dan Naif dirasa sudah ada di titik itu. Tak ia pungkiri juga, pandemi memberi dampak besar bagi setiap kepala dalam tubuh Naif. Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan pada proyek-proyek lainnya dan ia harap masing-masing dari personil Naif bisa terus melanjutkan hidup dengan talentanya masing-masing. Tentunya, dengan tetap memelihara kebersamaan dan kekeluargaan yang ada di antara mereka, yang nilainya lebih tinggi ketimbang entitas Naif itu sendiri.

Terbentuk sejak tahun 1995, Naif sudah memberi segala yang terbaik untuk penikmat musik tanah air. Usia perak yang sudah mereka lewati juga turut mewarnai perjalanan hidup banyak anak muda hingga yang sudah tak lagi muda hari ini; kami yang selalu menikmati lagu-lagu Naif yang otentik dan membekas di telinga. Meski "akhir" selalu terkesan menyedihkan dan menakutkan, tapi rasanya kita patut setuju bahwa pencapaian Naif selama 25 tahun sudah sangat istimewa dan patut dirayakan dengan suka cita.

Selama(nya) ada cinta, untuk Naif. Karena kamu cuma satu. Sampai jumpa lagi, Naif!

"Buat kawan-kawan semuanya, atau penikmat, ataupun yang mengapresiasi karya Naif, terima kasih. Naifnya udah gak ada tapi karyanya itu masih ada. Dengan kalian dengar karya kami, kalian ingat kami, itu bikin kita hidup. Ada dalam hatimu. That's it. I love you all."

David Bayu

BACA JUGA - Nikmati "Selama Ada Cinta" dari Bapak-bapak Terseru se-Nusantara, Naif!

View Comments (1)

Comments (1)

  • jayamusuk
    jayamusuk
    12 May 2021
    Dulu jaman single Mobil Balap merajalela dimana-mana, saya dan teman2 sekolah bawain lagu itu di acara lomba sekolah format akustik, semua cewek2 di sekolah girang banget dengernya ?, dan ya kami menang. Thanks Naif buat musiknya yang menyenangkan dan memorable ❤️
You must be logged in to comment.
Load More

spinner