'Dendrobium None Betawi', Berkorespondesi a la Bing Renang

'Dendrobium None Betawi', Berkorespondesi a la Bing Renang

Foto dan artwork didapatkan dari siaran pers. Kredit tidak disertakan.

Album mini ‘Dendrobium None Betawi’ milik Poppie Airil dalam bingkai Bing Renang  berisikan empat lagu berdurasi pendek yang deskriptif namun implisit, progresif tapi juga kontemplatif. Album ini dirilis di bawah bendera IDIIW Records.

Bing Renang adalah eksperimentasi pembelajaran penulisan lagu dan pengarsipan personal Poppie Airil yang dimulai sejak tahun 2013. Banyak terpengaruh oleh ilustrasi musik di film-film Indonesia lama. Rilisan terakhir adalah Bing Renang for Senyawa (EP, 2021), proyek interpretasi ulang album terbaru duo avant–garde Senyawa, Alkisah via Rain Dogs Records Jakarta.

Berjuta kesan yang diberikan Ibukota Indonesia, Jakarta, lebih jauh diberi makna oleh setiap pribadi dan bermakna lebih mendalam bagi setiap insan yang berkelindan di dalam dan sekelilingnya. Poopie Airil salah satunya, yang oleh khayalak luas dikenal melalui karya dan penampilannya bersama Efek Rumah Kaca. Lewat proyek musik personalnya, Bing Renang ia menyumbang amatan unik tentang kota domisilinya selama lebih dari satu dekade: mengingat Jakarta melalui medium komunikasi jarak jauh perposan-prangko.

Perkenalan perdana Poppie dengan sepasang prangko bergambar bunga anggrek bertuliskan Dendrobium None Betawi dan Dendrobium Abang Betawi menjadi pemantik rilisan album mini Dendrobium None Betawi yang berisikan empat lagu berdurasi pendek. Bersifat membangkitkan kontemplasi, corak ke arah kemajuan, terkandung dan tersimpul halus namun begitu jujur digambarkan apa adanya oleh Bing Renang. Lagu berjudul sama, “Dendrobium None Betawi” menjadi nomor utama. Lainnya, ada satu track turunan berjudul “Jakarta Molek” dan dua track pendukung berjudul “Putri Terang dan “Sri Rejeki”.

Dinamika dari setiap lagu di album mini Dendrobium None Betawi bisa didengar sejak mengudara tanggal 26 Februari 2021 di berbagai platform music streaming dan website kiosojokeos.com. Harapannya, album mini Dendrobium None Betawi bisa menjadi seperti layaknya prangko, sebagai alat antar untuk korespondensi antara Bing Renang  dengan teman dengarnya untuk bersama-sama merawat ingatan akan waktu dan peristiwa.

Keseluruhan lagu dan lirik ditulis oleh Bing Renang, mulai dari vokal, vokal latar, gitar akustik dan elektrik, pun juga synthesizer sampai field recording. Urusan drum dipercayakan kepada Christianto Ario dan Topan Daru. Vokal coda “Sri Rejeki” oleh Christianto Ario, Cempaka Surakusumah, Ken Jeni, Mariati Galatio, Reza Aryan, dan Gracia Andrea.

Instrumen dan vokal direkam di Studio Masak Suara dan WSA 4F. Untuk vokal coda “Sri Rejeki” direkam di kediaman masing-masing sejawat. Tugas penata rekam dan mixing dikerjakan oleh Firzi O, sedangkan mastering giliran Fred Kevorkian yang menggarap. Bing Renang juga bertindak selaku produser untuk mini album Dendodrium None Betawi ini dan IDIIW Records didapuk sebagai produser eksekutif. Terakhir, urusan visual pada artwork dan ilustrasi giliran Sarita Ibnoe sumbang guratan.

BACA JUGA - Lewat Single "Gold", Simak Perubahan Seorang ABDA

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner