Dian Pramana Putra Tutup Usia di Penghujung Tahun 2018
Sumber foto : Diambil dari situs https://gosulsel.com
Dian Pramana Putra, musikus legendaris Indonesia, yang namanya melambung di era citypop – pop kreatif Indonesia medio 1980-an, dan terkenal karena membentuk 2D bersama Deddy Dhukun.
Sabtu, 22 Desember lalu kabar kurang baik datang dari Sang pelantun Biru, Dian Pramana Poetra, dimana beliau terjatuh di atas panggung ketika tampil bersama Deddy Dhukun di Banyuwangi (22/12/18) lalu. Menurut sahabat dan pengamat musik senior, Bens Leo via grup whatsapp ‘Musisi Bandung’, ketika bernyanyi di tanah kelahirannya, Medan Dian mengeluh merasa lelah, imbasnya meski tetap tampil menghibur di depan 1000 penonton, paman dari soloist indie – Danilla Riyadi tersebut duduk di kursi sambil tetap bernyanyi.
Lahir di Medan, Sumatera Utara (2 April 1961) 57 tahun yang lalu, Dian Pramana Putra adalah musikus legendaris Indonesia. Namanya melambung di era citypop – pop kreatif Indonesia medio 1980-an bersama generasi emasnya seperti, Candra Darusman, Chrisye, Andi Meriem Matallata, Utha Likumahuwa, Vinda Panduwinata, Christ Kayhatu dan sederet musisi atau band lainnya. Dian PP (nama panggung Dian) dikenal karena membentuk duo penyanyi 2D bersama Deddy Dhukun. Mereka sangat popular dan digandrungi muda-mudi di era 80an dengan lagu-lagu hit mereka seperti “Masih Ada”, “Keraguan”, serta single solo "Kau Seputih Melati" pun menjadi primadona kala itu. Pada tahun 1980-an ia dikenal publik dengan nama Dian Pramana Putra setelah muncul kembali (pada album The Best of Dian Pramana Poetra tahun 1999) ia menggunakan ejaan lama ‘oe’ untuk menggantikan huruf ‘u’ pada Putra sebagai labelnya.
Dilansir Liputan6.com, sahabat dekatnya Stanley Tulung menyampaikan bahwa Dian tengah dirawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Hermina Jatinegara, Jakarta Timur karena mengidap leukimia. Sebelumnya pada Selasa (25/12/2018) kemarin Dian sempat dirawat di rumah sakit, tapi Dian ingin pulang. Sampai akhirnya kondisinya memburuk dan harus dirawat lagi di rumah sakit. Meski terdiagnosa leukimia, dokter baru bisa memutuskan stadium berapa setelah diambil darahnya dari tulang sumsum belakang.
Walau sempat dirawat di rumah sakit, namun sayang Dian harus berpulang pada hari kamis 27 Desember kemarin di usianya yang ke 57 tahun. Hal ini tentu menjadi kabar duka tidak hanya bagi penggemarnya saja, tapi juga bagi seluruh pecinta musik di tanah air, mengingat peran Dian di industri musik tanah air banyak memberi kontribusi besar lewat karya-karyanya, yang sampai hari ini masih dijadikan ‘rujukan’ bagi banyak musisi maupun pecinta musik dimanapun.
Sekilas tentang Dian PP, bakat seninya mengalir dari sang ayah yang tak lain adalah seorang musisi jazz. Singkat cerita, di ajang festival “Lomba Cipta Lagu Remaja 1980”, Dian sempat meraih juara tiga lewat lagu "Pengabdian". Dian dikenal sebagai seorang penyanyi dan pencipta lagu. Diantara lagunya yang populer dan meledak di pasaran yaitu “Keraguan” yang diciptakan oleh 2D sendiri. Setelah itu, sempat membentuk trio K3S (Kelompok 3 Suara) bersama Deddy Dhukun dan Bagus A. Ariyanto. Trio ini juga sempat mengeluarkan beberapa buah album yang cukup dikenal pada masanya.
Sekitar bulan Oktober lalu, Fariz RM & Dian Permana Putra sempat meluncurkan album kompilasi terbaru yang bertajuk Fariz RM & Dian Pramana Putra in Collaboration. Pada album ini, Fariz RM & Dian Permana Putra berkolaborasi dengan musisi muda lintsa generasi diantaranya; Sandy Sondoro, Fatin Shidqia, Angel Pieters, 3 Composer, Citra Scholastika. Album ini memuat 11 lagu karya Fariz RM & Dian Permana Putra.
Selamat berpulang sang legenda, karyamu akan selalu dikenang sampai kapanpun. Terima kasih untuk dedikasi dan kontribusinya di dunia musik tanah air.
Comments (0)