‘Distimia’ : Menjadi Album yang Akan Merusak Perasaan Paling Vital dari Glamsglory
Sumber foto : Diambil dari siaran pers Glamsglory
Dalam album ini, Glamsglory berbicara banyak tentang kesakitan konflik hidup dan depresi berkepanjangan dengan guratan kebencian yang sangat personal terutama untuk Okuy (vokal)
Glamsglory, salah satu unit metalcore yang saat ini mengisi barikade depan skena musik keras di kancah domestik kembali hadir menggema berkat album terbarunya yang telah dilepas dalam format fisik, bertitel Dismitia. Sebagai debut album penuh perdana mereka, Glamsglory memulai album ini dengan merilis dua materi lagu yang berjudul “Suffering” (2021) dan “Jalang” (2022) terlebih dahulu, kemudian dua embrio ganas tersebut selanjutnya melahirkan album yang akan merusak perasaan paling vital.
Dalam album ini, Glamsglory berbicara banyak tentang kesakitan konflik hidup dan depresi berkepanjangan dengan guratan kebencian yang sangat personal terutama untuk Okuy (vokal), yang mengusulkan ‘Distimia’ dipakai sebagai judul album. Salah satu penyulut kepedihan Glamsglory dari album Distimia adalah beberapa perjalanan kisah Okuy yang tela ia lalui bersinggungan dengan perasaan, kesakitan dan depresi, layaknya yang disampaikan dalam lagu “Jalang” yang bercerita tentang itu
Butuh waktu sekitar lebih dari 5 Tahun untuk merampungkan album ini, dari mulai penyesuaian jadwal yang selalu bentrok dengan jadwal manggung mereka yang cukup lumayan padat, juga konsep materi yang dipikirkan secara matang yang cukup memakan waktu, hingga anggaran untuk menggarap album ini yang direkam sepanjang Februari hingga Agustus 2023.
Sebuah sesi rekaman terpanjang yang pernah dilalui Glamsglory, membutuhkan 48 shift untuk menyelesaikan seluruh proses recording hingga proses album ini berlangsung, yang di rekam di studio MR RECORD, Cianjur, Jawa barat. Dalam genggaman aransemen Indra (gitar), Bubung (drum) dan Redy (bass), manifestasi perihnya lirik Okuy mendapat suplai tenaga ekstrim berupa visi metalcore yang ganas yang dileburkan bersama fantasi kepedihan.
Salah satu menu utama mereka yang berjudul “Suffering” akan menyajikan sebuah jaminan akomodasi headbanging dengan ritme musik yang cepat dan part sing di dalamnya dengan tuning drop A, teriakan scream head voice Okuy terdengar lebih lantang. Glamsglory tidak bisa dipisahkan dengan single pembuka album mereka yang di rilis tahun 2021 itu, revital penting dari sebuah perjalan album ini.
Album Distimia jelas tidak bisa dibicarakan tanpa “Suffering”. Bagi mereka, status album Distimia adalah masterpiece album yang akan membentuk jati diri dan tonggak masa depan Glamsglory, Hail Distimia. Silahkan koleksi format fisik dalam bentuk CD (compact disk), album perdana Glamsglory Distimia, melalui kontak yang tertera dalam postingan instagram @glamsgloryofficial.
Comments (0)