Dongeng Terkutuk Mitologi Yunani Tersaji di Video Klip “Laurel Leaf” Milik Heave
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Heave
Heave mengambil kisah hubungan terkutuk mitologi Yunani yang dirilis dalam bentuk video klip dari lagu berjudul “Laurel Leaf”
Terbentuk tahun 2015, Heave yang beranggotakan Nickinsky Adisha (vokal & gitar); Casey Leiwakabessy (gitar); dan Denito Avisenna (bass), tumbuh besar dengan genre alternative-rock yang menjadi favorit mereka. Lewat Heave, mereka ingin membawa genre itu agar tetap relevan di masa sekarang.
Sejak merilis EP berjudul How Big is Your Worry pada bulan Desember 2021 lalu, Heave seperti kecanduan merilis karya musik mereka dalam bentuk video klip. Kali ini, Heave membuat video megah bernuansa cinematic live action 3D untuk single terbarunya, “Laurel Leaf”.
Pendengar akan disuguhkan plot hubungan asmara merana antara keangkuhan Dewa Apollo dan Daphne anak dari dewa sungai Peneus yang dikutuk anak panah Cupid/Eros, putra dari dewi Afrodit (mitologi Romawi, dewi Venus). Eros tersinggung atas kesombongan Apollo sehingga Eros berkata, "Apollo, panahmu dapat menghancurkan semua yang ada di dunia, sedangkan panahku dapat menghancurkanmu!"
Eros mengambil dua anak panah yang berbeda, di mana anak panah emas yang tajam (anak panah rasa cinta) ditembakkan tepat di jantung Apollo, sedangkan anak panah lainnya yaitu anak panah timah yang tumpul (anak panah kebencian) ditembakkan ke arah Dafne. Akibatnya Apollo menjadi sangat mencintai Dafne sedangkan Dafne menjadi sangat membenci Apollo, dan dimulailah kejar-mengejar antara Apollo dan Dafne.
Di akhir cerita ini, Daphne pun memilih untuk diubah menjadi pohon salam kepada ayahnya dewa Peneus atau lebih dikenal dengan pohon salam, bay tree dan laurel tree, sebagai sinyal kuat agar Apollo berhenti mengejarnya. Pada saat melihat kejadian itu Apollo berkata, "Karena kau tidak dapat menjadi istriku", katanya, “kau tetap akan menjadi pohonku. Aku akan mengenakan kau sebagai mahkotaku. Dan seperti keabadianku, kau akan selalu hijau, dan daun-daunmu tidak akan gugur". Oleh mulai saat itu Apollo pun mengenakan mahkota yang terbuat dari daun salam dan karena kejadian ini pun maka daun salam tidak bisa layu.
Benang merah dari dongeng terkutuk mitologi Yunani tersebut diserap cukup sempurna oleh digital artist; Faiz Astro, dimana dalam video klipnya menggambar perjuangan mati-matian dalam suatu hubungan tidak melulu berakhir bahagia. Secara konteks luas, tidak hanya seputar asmara, tapi lebih jauh lagi tentang ragam hal yang terjadi dalam sendi kehidupan, terpuruknya usaha yang sudah dibangun dari nol, tentang fondasi diri yang kita anggap kokoh ternyata sebaliknya terbuncang – semuanya memutar jatuh bisa berakhir rusak binasa. Lenyap.
Bersama Faiz lewat sentuhan visualnya, begitu luwes menangkap makna namun juga memperhalusnya menjadi sajian video musik nan elok. Remuk redam harapan saat terlihat berbagai kehancuran yang terjadi di dalamnya dianalogikan menjadi rumah hancur berkeping-keping, akar pohon salam hidup dalam tubuh, dan ular putih menjalar menjadi poin-poin metafora dengan arti yang begitu dalam tentunya.
Di waktu yang sama dengan jadwal perilisan video klip “Laurel Leaf” ini, Heave sedang dalam proses memproduksi single dan album pertama mereka, yang direncanakan rilis pada tahun 2022. Sementara “Laurel Leaf” sudah dapat dinikmati serentak melalui platform musik digital, dan juga dapat disaksikan dalam bentuk video klip di kanal resmi youtube mereka.
Comments (0)